Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Bemo Dibunuh

Kelakuan Bemo Semasa Hidup Menurut Imam Masjid Miftahul Jannah HJ Robi Polihu, Beda Kesan di Luar

HJ Robi Polihu (55), turut mengungkapkan kesedihan atas kematian Indra Matheos alias Bemo (37)

Penulis: Wendia Putra Paputungan | Editor: Alpen Martinus
Tribun Manado/Wendia Putra
Imam Masjid Miftahul Jannah, HJ Robi Polihu 

Manado, TRIBUNMANADO,CO,ID - Meninggalnya Indra Matheos alias Bemo (37) akibat dibunuh beberapa hari lalu membuat banyak orang beresedih.

Meski di mata sebagian orang ia adalah sosok preman, namun sebagian orang menganggapnya sosok yang baik hati.

Satu di antaranya adalah Imam Masjid Miftahul Jannah, HJ Robi Polihu (55), turut mengungkapkan kesedihan atas kematian Indra Matheos alias Bemo (37), preman asal Kelurahan Singkil, Manado, Sulawesi Utara. Bemo tewas dalam kasus pembunuhan yang terjadi pada malam Minggu, 17 Desember 2023.

Baca juga: 5 Fakta Kronologi Tewasnya Bemo Dibunuh Opal, Kakak Sempat Melindungi Korban, Situasi Kondusif

Imam Robi Polihu, yang juga merupakan imam dari Masjid Miftahul Jannah di Ternate Baru, tempat disholatkan almarhum, menyampaikan rasa duka cita kepada jemaah.

Ia menjelaskan bahwa Indra Matheos adalah sosok yang sangat disegani di Kota Manado dan telah berkontribusi positif terhadap masyarakat setempat.

"Dia terhadap jemaah dia menghimpun, dia tidak pernah melakukan keonaran terhadap kampung. Dia itu baik bagi kami dalam hal masyarakat. Dia sangat mulia bagi kami, anak, remaja, orang tua. Dia selalu menegur dan menyapa. Dia tidak pernah membuat keributan kecuali orang dari luar kampung. Dialah pahlawan yang akan membela kelurahan," kata Imam Robi Polihu.

Imam Robi Polihu juga menggambarkan Indra Matheos sebagai individu yang ramah dan peduli terhadap lingkungan sekitar.

"Dia itu orangnya ramah sekali, anak Haji Robi Polihu dua. Indra sering menyapa dan menegur seperti 'ade bae-bae di jalang neh'. Tiap hari dia mau menyapa terus," tambahnya.

Dalam pandangan Imam Robi Polihu, pelayat yang hadir saat pemakaman Indra Matheos juga mencerminkan bahwa Bemo adalah sosok yang baik.

"Dilihat dari pelayat yang hadir saat pemakaman, bahwa Bemo merupakan orang yang baik. Bukan dilihat dari sisi negatifnya, semua orang melihat dari sisi positifnya," ungkap Imam Robi Polihu.

Imam Masjid Miftahul Jannah menutup pernyataannya dengan mengakui bahwa kematian Indra Matheos adalah takdir Tuhan yang harus dihadapi.

"Ternyata Tuhan menyatakan takdir yang harus memanggil dia ke atas," ujarnya sambil mengajak jemaah untuk mendoakan almarhum agar mendapatkan tempat yang layak di sisi-Nya. 

 

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved