Mata Lokal Memilih
Kisah 2 Tukang Ojek di Manado Ikutan Nyaleg, Biaya Ditanggung Gotong Royong Warga
Nyaleg adalah hak semua orang. Bukan hanya pengusaha atau anak politisi.Orang kecil pun bisa nyaleg. Hal ini dipahami Amran Ali Rauf dan Abdul Wahid
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Chintya Rantung
"Saya kini ojek online dan konvensional," ujarnya.
Hidup pria berumur 52 tahun ini sebagai tukang ojek penuh perjuangan.
Sempat ia bertahun tahun pakai ojek sewaan.
"Kemudian saya bisa beli motor sendiri, meski kredit," kata dia.
Meski hanya tukang ojek, ia punya pemgalaman politik yang cukup.
Ia ketua tim sukses Wahid sewaktu nyaleg dan terpilih pada 2014.
"Kami sama sama tukang ojek," kata dia.
Di pemilu 2024 ini, Wahid memilih maju di provinsi. Amran melihat kesempatan berpolitik.
Ia memutuskan maju.
"Lewat berbagai proses politik, survey dan lainnya, saya akhirnya maju, mungkin dapat nomor urut 7," katanya.
Wahid mengaku maju dengan modal pelayanan. Uang ia tak punya.
"Untung ada warga yang support, contoh ada kegiatan, mereka bantu sediakan makanan," katanya.
Tribun pun bertanya tentang balihonya depan lorong. Siapa yang buat.
"Wah itu juga masyarakat," kata dia sambil tertawa.
Sementara Abdul Wahid Ibrahim tampil fenomenal pada 2014.
MK Registrasi 11 Perkara Sengketa Pilkada dari Sulut, Baso Affandi: Hormati Proses Hukum |
![]() |
---|
Ajukan PHPU Pilkada Sulut ke MK, E2L-HJP Pilih Denny Indrayana Jadi Kuasa Hukum |
![]() |
---|
Menakar Ambang Batas Pertarungan Pilkada Sulut di Mahkamah Konstitusi, Catatan Pengamat Hukum |
![]() |
---|
KPU Tomohon Gelar Bimtek dan Simulasi Aplikasi Sirekap untuk PPK dan PPS Pilkada 2024 |
![]() |
---|
Bawaslu Mitra Sulawesi Utara Minta Media Awasi Tahapan Pilkada, Ini Alasannya |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.