Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Mata Lokal Memilih

Kisah 2 Tukang Ojek di Manado Ikutan Nyaleg, Biaya Ditanggung Gotong Royong Warga

Nyaleg adalah hak semua orang. Bukan hanya pengusaha atau anak politisi.Orang kecil pun bisa nyaleg.  Hal ini dipahami Amran Ali Rauf dan Abdul Wahid

|
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Chintya Rantung
FB, Arthur Rompis/Tribunmanado
Amran Ali Rauf (kiri) dan Abdul Wahid Ibrahim (kanan) 

"Saya kini ojek online dan konvensional," ujarnya.

Hidup pria berumur 52 tahun ini sebagai tukang ojek penuh perjuangan.

Sempat ia bertahun tahun pakai ojek sewaan.

"Kemudian saya bisa beli motor sendiri, meski kredit," kata dia.

Meski hanya tukang ojek, ia punya pemgalaman politik yang cukup.

Ia ketua tim sukses Wahid sewaktu nyaleg dan terpilih pada 2014.

"Kami sama sama tukang ojek," kata dia.

Di pemilu 2024 ini, Wahid memilih maju di provinsi. Amran melihat kesempatan berpolitik.

Ia memutuskan maju.

"Lewat berbagai proses politik, survey dan lainnya, saya akhirnya maju, mungkin dapat nomor urut 7," katanya.

Wahid mengaku maju dengan modal pelayanan. Uang ia tak punya.

"Untung ada warga yang support, contoh ada kegiatan, mereka bantu sediakan makanan," katanya.

Tribun pun bertanya tentang balihonya depan lorong. Siapa yang buat.

"Wah itu juga masyarakat," kata dia sambil tertawa.

Sementara Abdul Wahid Ibrahim tampil fenomenal pada 2014.

Halaman
123
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved