Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Istilah Politik

Apa Itu Rekonsiliasi Dalam Istilah Politik? Hubungan Antar Politikus Bahkan Partai

Mengenal istilah rekonsiliasi dalam dunia politik, mengenai hubungan antar politikus bahkan partai politik.

Editor: Yuri Senita Amalia Dasinangon
tribunmanado(ho)/kompas.com
Apa Itu Rekonsiliasi dalam Istilah Politik? 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Dalam dunia politik istilah rekonsiliasi sering digaungkan.

Tidak hanya oleh media tapi istilah rekonsiliasi juga sering menjadi kata yang keluar dari mulut politisi.

Pada dasarnya, istilah rekonsiliasi identik dengan bank.

Menurut KBBI sendiri rekonsiliasi mengandung 3 artian, yaitu :

Baca juga: Apa Itu Kampanye Dalam Istilah Politik? Simak Landasan Hukumnya

Baca juga: Apa Itu Dapil? Istilah Politik yang Harus Diketahui oleh Gen Z Sebagai Pemilih Pemula

- Perbuatan memulihkan hubungan persahabatan ke keadaan semula ; perbuatan menyelesaikan perbedaan.

Dari pengertian inilah istilah rekonsiliasi juga digunakan dalam istilah politik.

- Penetapan pos-pos yang diperlukan untuk mencocokkan saldo masing-masing dari dua akun atau lebih yang mempunyai hubungan satu dengan lain.

- Ikhtisar yang memuat perincian perbedaan antara dua akun atau lebih.

Sedangkan untuk 2 pengertian ini, istilah rekonsiliasi lebih identik dengan bank.

Baca juga: Perbedaan Koalisi dan Oposisi : Istilah yang Sering Digunakan dalam Dunia Politik

Apa itu Rekonsiliasi dalam istilah politik?

Biasanya kalau partai politik dan biasanya di kalangan internal parpol muncul konflik maka biasanya ada upaya rekonsiliasi.

Dari asal katanya, bahasa Inggris, rekonsiliasi berarti usaha menyelesaikan, melunasi, mendamaikan, memulihkan, dan mengembalikan keselarasan.

Sementara kalau dilihat dari bahasa Jermannya yaitu vergangenheitsbewaltigung, rekonsiliasi adalah sebuah perjuangan untuk menyelesaikan hal-hal yang belum selesai, terutama di masa lalu.

Sederhananya, rekonsiliasi bertujuan untuk membangun kembali hubungan baik antar politisi atau antar partai politik.

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa politik yang sifatnya dinamis ini sering berbeda arah, pandang dan tujuan antar para politisi bahkan partai politiknya.

Namun, karena sifatnya yang dinamis maka perubahan bisa saja terjadi.

Yang awalnya lawan jadi kawan, begitu juga sebaliknya. Yang tadinya kawan bisa jadi lawan.

(Tribunnews.com)

Baca juga: Apa Itu Dapil? Istilah Politik yang Harus Diketahui oleh Gen Z Sebagai Pemilih Pemula

Baca berita-berita terbaru Tribun Manado di : Google News

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved