Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kebakaran TPA Sumompo

Franky Porawouw Ungkap Pemicu Kebakaran di TPA Sumompo Manado Sulawesi Utara, Ada Kandungan Asam Gas

Menurutnya, kebakaran dipicu akibat tingginya gas metan yang berada di bawah tumpukan sampah.

|
Penulis: Rhendi Umar | Editor: Isvara Savitri
Tribunmanado.co.id/Rhendi Umar
Kondisi di TPA Sumompo, Kota Manado, Sulawesi Utara, yang masih terbakar, Senin (2/10/2023). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Manado, Franky Porawouw, mengungkap penyebab kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumompo, Kecamatan Tuminting, Kota Manado, Sulawesi Utara.

Menurutnya, kebakaran dipicu akibat tingginya gas metan yang berada di bawah tumpukan sampah.

"Memang sewaktu-waktu bisa terbakar karena kandungan asam gas yang berada di dalam tumpukan. Jadi kapanpun dia bisa terbakar seperti ini," ujarnya, Senin (2/9/2023).

Franky Porawouw menyebut mereka sudah melakukan penyemprotan dengan eco enzyme di TPA Sumompo.

Namun karena gas metan yang cukup tinggi, eco enzyme yang dibuat terbatas.

Eco enzyme adalah larutan kompleks hasil fermentasi dari limbah organik seperti limbah buah dan sayuran dengan gula merah atau molase dan air dengan bantuan mikroorganisme selektif dari kelompok jamur dan bakteri selama tiga bulan.

"Kami berupaya beberapa hari ke depan akan terus melakukan pemadaman," jelasnya.

Franky Porawouw mengatakan ke depan akan menggunakan tanah untuk menutup tumpukan sampah yang ada.

"Jadi sesudah ini, kajian dari beberapa pihak kita padamkan api dulu lalu menutupnya dengan tanah," jelasnya.

Asap Tebal Akibat Kebakaran di TPA Sumompo Manado Sulawesi Utara, Warga Diminta Pakai Masker

Baca juga: Potret Kondisi Terkini Lokasi Kebakaran di TPA Sumompo Manado Sulawesi Utara

Baca juga: Pantas Duo Dadang Kades Dua Desa di Bandung Mendadak Mengudurkan Diri, Ternyata Mau Dukung Capres

Kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumompo, Kota Manado, Sulawesi Utara, masih terus berusaha diatasi.

Sejauh ini api masih terus berkobar.

Warga yang berada di lokasi pun diwajibkan memakai masker.

dr Billy dari Puskesmas Tuminting menjelaskan, masyarakat sekitar perlu memakai masker agar tidak terkena infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved