Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Sejarah

Sejarah Senjata Api, dari Chongtong Tiongkok, Cetbang Majapahit hingga AK 47 Uni Soviet

Sejarah senjata api berawal dari penemuan bubuk mesiu pada awal tahun 850 M oleh para alkemis Tiongkok.

Editor: Rizali Posumah
HO/Kolase
Senjata api Chongtong dari Kekaisaran Tiongkok, Cetbang Majapahit hingga AK 47 dari Uni Soviet. 

Senapan laras panjang kuno

Perkembangan sejarah militer mengantarkan senjata api pada bangsa Eropa berkat Jalur Sutra. Sejak abad ke-13, bentuk primitif senjata api menyebar dari Asia ke Eropa.

Perkembangan pun begitu pesat dalam dua abad berikutnya di Eropa, sampai menjadi senjata yang dibawa dalam penjelajahan menelusuri lautan.

Senjata api yang paling umum dikaitkan dalam penjelajahan adalah blunderbuss buatan Jerman.

Dalam sejarah militer, senjata ini punya moncong yang lebar, dan bukaan yang lebar di bagian atas.

Senjata api genggam yang dibawa para penjelajah di abad ke-15 juga membawa senapan korek api. Fitur yang dimiliki berupa lubang kecil di laras senapan yang muat untuk bubuk mesiu dan seutas tali yang harus dibakar.

Penjelajahan pada akhirnya memperkenalkan senjata api ke kawasan koloni, seperti Spanyol dan Inggris ke benua Amerika.

Demi mempertahankan kuasanya, pemukiman awal koloni harus punya warga yang pandai dalam pembuatan senjata. Biasanya adalah perajin logam yang terampil.

Keharusan mereka bertahan hidup sembari menjajah, membuat kependudukan orang Eropa di sepanjang Amerika mengembangkan senapan panjang dalam sejarah militer.

Di antara jenisnya adalah senapan kentucky, senapan ohio, atau senapan pennsylvania.

Senapannya sering diukir dengan rumit, berikut hiasan ukiran halus dengan pelat kuning atau perak.

Senjata api begitu masif pada abad ke-18 dalam sejarah militer Amerika dan Eropa. 

Senjata perang ini digunakan dalam satuan untuk ditembak berbarengan, dengan dua baris.

Baris pertama untuk menembak, dan baris kedua untuk menggantikan baris pertama. 

Barisan pertama akan menembak saat diberi aba-aba, dan mundur ke barisan kedua untuk mengisi peluru.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved