Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Sejarah

Sejarah Senjata Api, dari Chongtong Tiongkok, Cetbang Majapahit hingga AK 47 Uni Soviet

Sejarah senjata api berawal dari penemuan bubuk mesiu pada awal tahun 850 M oleh para alkemis Tiongkok.

Editor: Rizali Posumah
HO/Kolase
Senjata api Chongtong dari Kekaisaran Tiongkok, Cetbang Majapahit hingga AK 47 dari Uni Soviet. 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Senjata api telah digunakan sebagai bagian dari alat perang sejak lebih dari 1.000 tahun yang lalu. 

Pembuatan senjata api dalam catatan sejarah diyakini dimulai dari masa Kekaisaran Tiongkok.

Berawal dari penemuan bubuk mesiu pada awal tahun 850 M oleh para alkemis Tiongkok.

Di masa itu, bubuk mesiu awalnya digunakan untuk kembang api. 

Pada perkembangannya, para ahli di masa itu kemudian menyadari efek mematikan dari penggunaan bubuk mesiu apabila dikembangkan lebih jauh lagi.

Walhasil, terciptalah suatu alat yang kemudian digunakan didunia militer. 

Awalnya senjata api diciptakan dikenal dengan istilah tombak api yang digunakan sekitar abad ke-10 dan ke-12.

Berlanjut kemudian, senjata api terdiri dari tabung berongga yang diisi bubuk mesiu dan proyektil kecil.

Penemuan senjata api yang dapat dipegang ini kemudian semakin membesar secara ukuran. 

Hal ini membuat peradaban kekaisaran Tiongkok dalam sejarah militer menemukan meriam, senjata besar dan penting dalam pengepungan kota.

Pengaruh penggunaan senjata api dalam sejarah militer kemudian berkembang di sekitar Asia.

Bahkan, Kerajaan Majapahit di Pulau Jawa mengenal cetbang atau warastra yang merupakan meriam tangan.

Nama cetbang diperkirakan diadopsi dari bahasa Tionghoa chongtong. Sedangkan warastra berarti panah sakti, panah dahsyat, atau panah unggul.

Bentuk cetbang mirip dengan meriam tangan Tiongkok, dengan cara mengisi proyektil dari lubang depan.

Namun, variannya juga berkembang dengan menyerupai meriam tangan Turki dan Portugis yang dapat mengisi proyektil dari bagian belakang.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved