Sulawesi Utara
Apa Itu Eco Enzim? Digunakan Untuk Hilangkan Bau Sampah TPA Sumompo, Untuk Buat Pupuk Juga
Produk eco enzim terus dikembangkan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Manado.
Penulis: Alpen Martinus | Editor: Alpen Martinus
Baik sebagai penghilang bau maupun pupuk dan keperluan lainnya.
Disisi lain, dia menambahkan untuk mendapatkan bahan baku pembuat eco enzim, pihaknya sudah menyediakan karung dan memberikan kepada para pedagang rujak dan buah-buahan.
Sehingga sampah kulit buah bisa langsung dikumpulkan dan dibawa ke tempat produksi eco enzim.
Banyaknya manfaat eco Enzim, membuat pihaknya terus mendorong komunitas untuk membuat bahan tersebut.
"Bayangkan saja eco enzim itu bukan hanya bisa menjadi penghilang bau dan pupuk, tetapi juga untuk pembersih yang bagus sampai menjadi penyaring udara alami, dan tentu saja menghemat dan mengurangi produksi sampah secara umum," katanya.
Apa itu eco enzim?
Ketua Eco Enzym Nusantara Kalimantan Selatan, Dr Eng Akbar Rahman ST MT IAI yang juga dosen Fakultas Teknik ULM Banjarmasin pun mengenalkan hasil produk cairan hasil fermentasi tersebut.
Lulusan S3 Saga Jepang University ini mengatakan, ada banyak manfaat eco enzym untuk kehidupan sehari-hari, tanpa zat kimia dan ramah lingkungan.
Produksi ecoenzym sendiri baru bisa dihasilkan setelah masa fermentasi selama 90 hari. Jangan khawatir dengan warna berbeda yang dihasilkan, karena tidak mengurangi khasiatnya.
Seperti warna mirip madu, dihasilkan jika menggunakan gula aren. Sedangkan warna hitam menggunakan gula tebu atau gula kecap.
“Tapi tidak disarankan menggunakan gula pasir karena masih ada kandungan bahan kimia,”katanya, saat praktek membuat eco enzym bersama SIswa MAN 1 Barabai, Selasa (19/7/2022).
Disebutkan, aplikasi penggunaan eco enzyme antara lain untuk kumur dan sikat gigi, merendam buah dan sayur, sebagai hand sanitize, penyegar udara alami dengan memanfaatkan ampas sisa fermentasi, sabun padat, sampho untuk manusia maupun binatang piaraan, deterjen alami, karbol alami, cairan untuk ngepel lantai serta pupuk untuk tanaman.
Juga bisa digunakan untuk terapi peyakit kult seperti galat, luka kena benda tajam, luka bakar, peghilang karat, pembersih closet, penjernih air, detoks alami, membersihkan kendang hewan dan mengurangi radiasi. Penggunaan tersebut untuk pemakaian luar.
Dijelaskan, khusus untuk fermentasi pertama penemunya melarang memperjualbelikan produk karena tujuan dari hal tersebut.
Tujuannya, untuk mengedukasi dan menggerakkan masyarakat agar memanfaatkan sampah organic semaksimal mungkin untuk kebutuhan sehari-hari melalui bahan ramah lingkungan dengan tujuan mengurangi penggunaan zat kimia.
Namun, untuk fermentasi kedua, atau hasil pengembangan eco enzyme kata Akbar oleh penemunya boleh diperjual belikan.
“Contohnya di Kabupaten Tabalong, petaninya beberapa kali berekspremen pada tanaman, terbukti efektif mengusir hama. tertentu,”jelasnya.
29 Warga Korban Lakalantas dan Amputasi akan Terima Kaki Palsu Gratis dari Ditlantas Polda Sulut |
![]() |
---|
Kusriadin Terpilih Jadi Ketua Asperindo Sulawesi Utara, Bakal Atur Tarif yang Berpihak ke Konsumen |
![]() |
---|
Sosok dr Truly Kerap: Dokter, Jurnalis, hingga Kini Diangkat Jadi Ketua KPID Sulawesi Utara |
![]() |
---|
Daftar Peristiwa di Sulut: Penemuan Perahu Nelayan, Perkembangan Kasus Korupsi Dana Hibah GMIM |
![]() |
---|
Operasional KM Barcelona Dibatasi, Warga Talaud Mengeluh, Aktivitas dan Roda Ekonomi Makin Lambat |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.