Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Sulawesi Utara

Apa Itu Eco Enzim? Digunakan Untuk Hilangkan Bau Sampah TPA Sumompo, Untuk Buat Pupuk Juga

Produk eco enzim terus dikembangkan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Manado.

Penulis: Alpen Martinus | Editor: Alpen Martinus
Tribunmanado.co.id/Risky Sumarauw
Foto udara TPA Sumompo, Kelurahan Buha, Kecamatan Mapanget, Kota Manado, Sulawesi Utara, Senin (1/5/2023). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Manado punya cara sendiri menghilangkan bau sampah.

Cara tersebut kini terus dikembangkan dan digunakan di tempat pembuangan akhir (TPA) Sumompo.

Produk yang mereka gunakan adalah eco enzim.

Baca juga: DLH Manado Kembangkan Produk Eco Enzim, Frangky Porawaow: Bisa Jadi Pupuk dan Penghilang Bau Sampah

Ternyata banyak hal yang bisa dimanfaatkan dari eco enzim tersebut.

Buktinya saat ini mereka berhadil untuk meredakan bau sampah di TPA Sumompo.

Eco enzim juga bisa dimanfaatkan untuk pembuatan pupuk.

Sehingga para pekerja biasanya memisahkan sampah sisa makanan untuk dibuat pupuk.

Baca juga: Kisah Hawe Pria Asal Manado, Hidupi Keluarga dari Memulung Sampah di TPA Sumompo

Kepala DLH Manado Frangky Porawaow
Kepala DLH Manado Frangky Porawaow (nielton durado/tribun manado)

Produk eco enzim terus dikembangkan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Manado.

Kepala DLH Manado Frangky Porawaow kepada Tribunmanado.co.id mengatakan bidang pengelolaan persampahan dan LB3 terus mengembangkan eco enzim, karena ini merupakan bahan utama yang dicampur dengan air.

"Setelah tercampur dengan air, kemudian disemprotkan ke sampah di TPA untuk menghilangkan bau," kata Frangky, via telepon, Jumat 9 Juni 2023.

Selain itu, Frangky Porawaow menegaskan eco enzim punya banyak manfaat.

Baca juga: Cerita Ketlin dan Mia, Bantu Orang Tua Jadi Pemulung Sampah di TPA Sumompo Sulawesi Utara

Karena selain menjadi bahan baku penghilang bau busuk, eco enzim juga menjadi bahan untuk pupuk.

Bukan hanya itu, eco enzim punya banyak keuntungan karena hanya dibuat dari kulit buah-buahan.

Sehingga ikut mengurangi produksi sampah di kota Manado.

Untuk produksi eco enzim tersebut, menurutnya, butuh waktu tiga bulan dan siap panen untuk digunakan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved