Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Sulawesi Utara

Berikut Nama 3 Batik Kota Bitung Sulawesi Utara yang Kantongi Hak Cipta, Berlaku 50 Tahun

Tiga karya seni kain batik Kota Bitung, Sulawesi Utara, resmi mengantongi hak cipta.

Penulis: Alpen Martinus | Editor: Alpen Martinus
Tribunmanado.co.id/Dok. Media Center Pemkot Bitung
Wakil Wali Kota Bitung, Hengky Honandar, menerima sertifikat hak cipta dari Direktur Jendral Kekayaan Intelektual Kemenkumham RI, Min Husein, Rabu (24/5/2023). 

Surat Pencatatan Hak Cipta atau produk hak terkait ini sesuai dengan Pasal 72 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.

Produk UMKM dari Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) go internasional. 

Produk UMKM ini adalah Abon Ikan Tuna yang diproduksi oleh Margaretha Kakente, satu di antara pelaku UMKM di Kota Bitung Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Namanya adalah Abon Ikan Tuna Ramantha Kitchen, beralamatkan di lingkungan II RT 02 Kelurahan Batu Putih Bawah Kecamatan Ranowulu Kota Bitung.

"Ini baru pertama kali pengiriman (eksport) dalam jumlah besar," kata Margaretha Kakente saat diwawancarai Tribunmanado.co.id, Selasa (23/5/2023).

Produk Abin Ikan Tuna sebanyak 4,2 ton diekspor ke sejumlah negara dari Surabaya dari pelabuhan terminal peti kemas (TPK) Pelindo IV Bitung Sabtu (20/5/2023).

Ia merasa sangat senang, di mana produknya kini bisa diekspor ke luar negeri.

4,2 ton Abon Ikan Tuna yang di ekspor ke beberapa negara, diproduksi selama satu bulan.

Margaretha juga tak lupa menyampaikan teirma kasih kepada mitra bisnis Transporindo Agung Sejahtera, Pemerintah Kota Bitung dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.

Ia berharap dengan bergeliatnya ekspor produk UMKM dari Kota Bitung para pelaku UMKM bersemangat lagi untuk melakukan produksi.

Selain itu, dukungan dan perhatian dari pemerintah dan mitra bisnis sangat dibutuhkan dalam kelancaran proses ekspor produk UMKM.

"Kami butuh dukungan salam hal peralatan produksi, bahan bakubdan rumah produksi," tambahnya.

Saat ini, produksi UMKM dilakukan bersama karyawannya di rumah sendiri dan sebagian menggunakan area atau lokasi di garasi rumah.

"Ke depan untuk memenuhi kebutuhan ekspor berton-ton abon ikan Tuna, akan mengalihkan sepenuhnya garasi mobil untuk tempat produksi. Sehingga, kendaraannya harus di parkir diluar rumah," ujar dia. 

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved