Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

OPINI

Strategi Politik Gibran

Mengulas makna pertemuan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka yang juga kader PDIP dengan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto.

|
Dokumen Baso Affandi
Baso Affandi SH - Pemerhati Sosial Politik dan Pengurus KAHMI Sulawesi Utara 

Baso Affandi SH
Pemerhati Sosial Politik - Pengurus KAHMI Sulawesi Utara


SUNGGUH sebuah hal yang membuat partai penguasa pengusung Ganjar Pranowo berguncang saat Gibran Rakabuming Raka bertemu dengan Prabowo Subianto.

Kita tahu putra Presiden RI Joko Widodo yang juga Wali Kota Solo itu adalah kader PDIP.

Sedangkan Ketua Umum Gerindra itu adalah capres yang diusung oleh rivalnya.

Namun dalam wilayah politik, ini hal yang biasa saja.

Bisa disimpulkan sebagai komunikasi politik anak milenial yang kebetulan mengemban amanah sebagai wali kota di wilayah tempat Jokowi memulai karier politiknya.

Tak bisa kita sangkal bahwa Gibran tentunya punya pemikiran lain soal apa yqng dilakukannya.

Sementara relawan juga memiliki ciri yang mendasar, di mana relawan dalam wilayah dukung mendukung itu pasti bersifat cair.

Mereka mudah bermetamorfosa, beradaptasi dengan perubahan kepentingan figur yang diusungnya.

Institusi relawan yang bersifat spontanitas walau terstruktur rapi, memungkinkan muncul sub-sel atau klaster baru.

Yang mana organisasi relawan tersebut menyerupai amoeba yang bergerak menyesuaikan dengan isyarat kepentingan.

 

Saat kepentingannya dirasa tidak atau sulit untuk terakomodir, maka memungkinkan ia akan terpecah dan membentuk sel yang baru.

Ini dipastikan secara otomatis membelah diri dan membentuk rumah baru dengan tujuan mampu membawa aspirasi yang mereka perjuangkan.

Hal itu menjadi biasa saja jika kita tahu apa akar dari keterpecahan tersebut. Konstelasi politik per hari ini sangatlah dinamis.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved