Lokal Bercerita
Kuliner Ekstrem Daging Ular Piton, Salah Satu Masakan Khas Warga Manado Sulawesi Utara Sejak Dulu
Untuk memuaskan selera para penikmat daging ekstrem, ada rumah makan yang khusus mengolah kuliner ekstrem.
Penulis: Ferdi Guhuhuku | Editor: Rizali Posumah
Selain itu, ada paniki (kelelawar), wio' (celeng/babi hutan) dan tikus hutan.
Daging patola (ular piton) selalu jadi favorit.
Biasanya dimasak rica-rica bercampur santan kelapa.
Meskipun demikian, sekarang ular tak hanya ekslusif menu favorit orang Minahasa.
Banyak juga non Minahasa suka makan ular. Menu ekstrim ini disukai banyak orang.
Manado jadi surganya pecinta daging ular patola.
Menu patola santang rica-rica mudah saja ditemukan di warung makan Selera Minahasa.
Tak banyak penikmat ular patola tahu, apa yang mereka santap datang dari jauh.
Daging ular itu 'diimpor' dari luar Sulawesi Utara.
"Ini dari Baubau, masuk dua hari lalu," kata Roy Nangka (43), penjual daging satwa liar di Pasar Beriman, Kota Tomohon, Selasa (26/04/2023).
Sebelum jadi santapan di meja makan, ular-ular itu harus menempuh perjalanan ribuan kilometer.
Ada yang dikirim dari Sulawesi Tenggara. Melewati perjalanan lebih dari 1.500 km.
Ada juga dari Mamuju, Sulawesi Barat. Berjarak 1.300 km lebih dari Manado.
Ular-ular piton itu dikumpulkan pengepul dari pemburu dan petani di Sulsel Sultra.
"Piton ini banyak di perkebunan sawit. Dulu orang sana tidak tahu harga. Dulu diberi cuma-cuma. Sekarang mereka jual ke pengepul," kata Roy.
Industri Rumah Panggung Woloan Tomohon Mendunia, Dikirim Hingga ke Argentina |
![]() |
---|
Cerita David Ngala, 10 Tahun Membuat Rumah Panggung Woloan di Tomohon Sulawesi Utara |
![]() |
---|
Mengenal Rumah Panggung Woloan Khas Minahasa yang Sudah Mendunia |
![]() |
---|
Kisah Pekerja Rumah Panggung Woloan Adri Uhing, Bisa Bangun Rumah Sendiri untuk Keluarga |
![]() |
---|
Pengusaha Rumah Panggung Woloan Johanis Sindim Raup Penghasilan Ratusan Juta |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.