Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Sejarah

Bedug Kerap Dipakai saat Malam Takbir di Indonesia, Benarkah Berawal dari Kedatangan Cheng Ho?

Momen lebaran adalah momen yang sangat dinanti-nantikan oleh umat Muslim di seluruh dunia. Lebaran adalah saat di mana umat Muslim bergembira.

Editor: Rizali Posumah
HO
Ilustrasi bedug 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Lebaran Idulfitri tahun 2023 semakin dekat. 

Saat ini umat Muslim, termasuk yang ada di Indonesia sedang berada di pertengahan bulan Ramadan. 

Momen lebaran adalah momen yang sangat dinanti-nantikan oleh umat Muslim di seluruh dunia. 

Lebaran adalah saat di mana umat Muslim bergembira setelah sebulan penuh berpuasa. 

Nah di Indonesia tradisi lebaran tidak bisa lepas dari bunyi bedug. 

Biasanya di malam takbiran, setiap masjid akan penuh dengan bunyi-bunyian bedug diiring kumandang takbir. 

Lantas bagaimana sejarah bedug di Indonesia?

Adakah hubungannya dengan kedatangan Laksamana Cheng Ho

Berikut selengkapnya sebagaimana yang dilansir tribunmanado.co.id dari Intisari Online

Menurut Dwi Cahyono, arkeolog dari Universitas Negeri Malang, bedug adalah alat musik yang telah ada sejak zaman prasejarah di Indonesia.

Dwi Cahyono meyakini bahwa bedug berasal dari nekara dan moko yang terbuat dari perunggu dan berbentuk seperti dandang.

Kedua benda ini banyak ditemukan di Sumatra, Jawa, Bali, Sumbawa, Roti, Leti, Selayar, dan Kepulauan Kei.

Umumnya, kedua benda ini digunakan untuk acara keagamaan, maskawin, dan upacara minta hujan.

Sementara itu, pada masa Hindu di Jawa, bedug masih sudah ditemukan namun dalam jumlah yang masih sangat jarang. Penyebarannya pun belum merata.

Namun dalam Kidung Malat, pupuh XLIX keberadan bedug sudah mulai disebutkan.

Halaman
12
Sumber: Grid.ID
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved