Mata Lokal Memilih
8 Nama Caleg PDIP Dapil Manado untuk DPRD Sulawesi Utara, Ada Petahanan hingga Pendatang Baru
PDIP Sulawesi Utara kebanjiran caleg DPRD Sulut dapil Manado. Berikut beberapa namanya.
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Isvara Savitri
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Sejumlah partai kini mengeluh sulit mencari calon legislatif.
Namun, tak demikian dengan PDI Perjuangan.
Partai berlambang banteng ini malah kebanjiran caleg.
Ini buah dari kinerja pusat, provinsi, dan kabupaten/kotab yang strategis.
Jokowi di pusat, Olly Dondokambey dan Steven Kandouw di Sulawesi Utara, serta Andrei Angouw dan Richard Sualang di Manado.
Misalnya saja di dapil Manado yang bakal calegnya bejibun.
Hampir semua digadang-gadang menjadi vote getter.
Di petahana ada Arthur Kotambunan, Agustien Kambey, dan Hilman.
Bursa barisan pendatang baru tergolong ngeri.
Ada Irene Pinontoan Angouw, first lady Kota Manado.
Kemudian Royke Roring yang kini menjabat Bupati Minahasa.
Lalu, ada Ketua DPRD Manado Aaltje Dondokambey, anggota DPRD Manado Jeane Laluyan dan mantan Danlantamal Manado Donar Philip Rompas.
Kemudian ada tokoh Islam, Makmun Djaafara.
Jelang pengumuman caleg, mencuat delapan nama penghuni line up DPRD Sulut dapil Manado.
Kedelapan nama itu adalah Irene Pinontoan, Royke Roring, Donar Rompas, Aaltje Dondokambey, Makmun Djaafara, Jeane Laluyan, dan Arthur Kotambunan.
Irene Pinontoan punya modal politik kuat dengan statusnya sebagai istri wali kota dan jejak yang ia buat dengan aksi sosialnya.
Royke Roring pernah menjadi Penjabat Wali Kota Manado.
Donar Rompas punya pengenalan medan serta jejaring politik yang kuat.
Aaltje Dondokambey juga cukup berhasil sebagai Ketua DPRD Manado.
Jeane Laluyan dikenal sangat kritis membela masyarakat.
Baca juga: Polisi Ungkap Penyebab Kebakaran di Pasar Tetelu Minut Sulawesi Utara
Baca juga: Masih Ingat Ira Riswana? Dulu Tuding Nikita Mirzani Napi, Kini Anaknya Tabrak Pelajar hingga Tewas
Arthur Kotambunan telah makan asam garam di dunia politik, dan Makmun Djaafara mewakili umat Islam di Manado.
Ketua DPC PDIP Manado, Richard Sualang, menyebut pihaknya menargetkan raihan lima kursi untuk DPRD Sulut dapil Manado.
"Kita target lima kursi," katanya.
Menurut Richard Sualang, penentuan caleg adalah wewenang dari DPP PDIP.
Duet Prabowo - Airlangga Mencuat, Gerindra Manado Tegaskan Siap Amankan Keputusan DPP
Koalisi besar berpotensi tercipta pada Pilpres 2024.
Hal ini setelah Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto mengatakan jika sudah ada kesepakatan soal wacana koalisi besar untuk menggabungkan Kebangkitan Indonesia Raya (KIR) dan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) di Pemilu 2024.
Prabowo mengatakan ada kesamaan frekuensi dan kecocokan antara koalisi yang digagas partai Gerindra-PKB dengan koalisi yang dibentuk Golkar, PAN, PPP.
Dari koalisi ini banyak pihak percaya jika duet Prabowo-Airlangga yang merupakan ketua Gerindra dan Golkar berpeluang besar terjadi.
Menanggapi hal ini ketua DPC Gerindra Manado Louis Schramm menegaskan jika pihaknya siap memenangkan duet Prabowo-Airlangga bila benar-benar terealisasi.

Ketika dihubungi Tribunmanado.co.id, Louis Schramm menegaskan jika siapa saja yang nantinya diusung bila koalisi ini terbentuk, maka akan dimenangkan oleh Gerindra Manado.
"Prabowo-Airlangga atau siapapun wakilnya nanti, Gerindra Manado siap mengamankan keputusan DPP Gerindra," tegas Louis Schramm, Selasa 4 April 2023 via telepon.
Namun, Louis Schramm mengatakan jika selain Airlangga, ada juga Cak Imin yang berpotensi jadi wakil Presiden dalam koalisi tersebut.
"Yang jelas Prabowo Presiden. Siapapun wakilnya, kami DPC Gerindra siap menangkan pasangan ini," tegas Louis Schramm.
Sebelumnya, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) turut menyoroti perkembangan kondisi politik saat ini.
Termasuk soal adanya wacana Koalisi Besar jelang Pemilu 2024.
Jokowi menyebut, telah mendengar soal adanya wacana tersebut digaungkan oleh para ketua umum Partai Politik.
"Yang berbicara itu ketua-ketua partai (soal koalisi besar).
Saya bagian mendengarkan saja," kata Jokowi kepada awak media usai Silaturahmi Ramadan di Kantor DPP PAN, Jakarta Selatan.
Kendati saat ditanyakan mengenai penggabungan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) dengan Koalisi Indonesia Raya (KIR) yang belakangan ini tersiar, Jokowi hanya menilai cocok.
Baca juga: Kecelakaan Maut Pukul 20.15 Wita, Dua Orang Tewas di Tempat, Truk Tabrak Truk Parkir hingga Pemotor
Baca juga: Dinas Perdagangan Kelola 9 Pasar di Minahasa Sulawesi Utara, Targetkan Rp 1,3 Miliar PAD
Kata dia, seluruh perkembangan partai termasuk dengan koalisi merupakan kewenangan dari masing-masing ketua umum.
"Cocok, saya hanya bilang cocok. Terserah kepada ketua-ketua partai atau gabungan ketua partai," kata Jokowi.
"Untuk kebaikan negara untuk kebaikan bangsa untuk rakyat, hal yang berkaitan bisa dimusyawarahkan itu akan lebih baik," tutur Jokowi.(*)
(Tribunmanado.co.id/Arthur Rompis/Nielton Durado)
Baca berita lainnya di: Google News.
Berita terbaru Tribun Manado: klik di sini.
MK Registrasi 11 Perkara Sengketa Pilkada dari Sulut, Baso Affandi: Hormati Proses Hukum |
![]() |
---|
Ajukan PHPU Pilkada Sulut ke MK, E2L-HJP Pilih Denny Indrayana Jadi Kuasa Hukum |
![]() |
---|
Menakar Ambang Batas Pertarungan Pilkada Sulut di Mahkamah Konstitusi, Catatan Pengamat Hukum |
![]() |
---|
KPU Tomohon Gelar Bimtek dan Simulasi Aplikasi Sirekap untuk PPK dan PPS Pilkada 2024 |
![]() |
---|
Bawaslu Mitra Sulawesi Utara Minta Media Awasi Tahapan Pilkada, Ini Alasannya |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.