Bacaan Alkitab
MTPJ 2 – 8 April 2023 – Matius 27:27-44 “Tersalib Di Antara Dua Penyamun”
Menikmati kehidupan yang adil, benar, diperlakukan secara baik, hidup tenang dan damai menjadi harapan banyak orang.
Penulis: Aswin_Lumintang | Editor: Aswin_Lumintang
Matius 27:27-44
ALASAN PEMILIHAN TEMA
TRIBUNMANADO.CO.ID - Menikmati kehidupan yang adil, benar, diperlakukan secara baik, hidup tenang dan damai menjadi harapan banyak orang. Namun kenyataannya ketidakadilan, penghinaan, dibully, tindakan sewenang-wenang masih sering terjadi.
Orang benar disalahkan sementara yang salah dibenarkan. Ada orang yang tidak berdaya menghadapi orang-orang tertentu yang menjadi atasannya, pemegang kekuasaan, mereka yang memiliki pengaruh atau para pengambil keputusan.
Juga karena faktor ekonomi seperti, kemiskinan atau keterbatasan keuangan, pendidikan yang kurang. Dan mereka yang dipandang dengan status sosial rendah sering mengalami apa yang disebut termarginalkan atau terpinggirkan.

Yesus Kristus yang hidupnya benar, tidak melakukan dosa, hidup dalam kekudusan dinyatakan bersalah sehingga disalibkan di antara penyamun.
Disalibkan merupakan hukuman bagi para penjahat yang telah melakukan kejahatan yang besar dan dianggap sebagai hukuman terkutuk Yesus Kristus disalibkan karena dituduh bersalah menurut para iman dan ahli-ahli Taurat.
Suatu tuduhan yang tidak sepantasnya dan hukuman yang tidak selayaknya diterima oleh-Nya. Ia yang tidak berdosa dibuat berdosa karena kita. Kebencian, iri hati dan kemarahan terhadap Yesus Kristus membuat keadilan dan kebenaran terhadap-Nya diputarbalikan.
Bahkan Yesus disejajarkan dengan penyamun atau penjahat kelas kakap dengan menyalibkan-Nya di tengah-tengah penyamun. Karena itu dimunculkan tema: “Disalibkan Di Antara Dua Penyamun”.
Baca juga: Cuaca Buruk, Nelayan di Manado Sulawesi Utara Sudah Tiga Hari Tidak Melaut
Baca juga: Danrem 131/Santiago Brigjen TNI Mukhlis Kunjungi Kepulauan Sitaro Sulawesi Utara
PEMBAHASAN TEMATIS
Pembahasan Teks Alkitab (Exegese) Injil Matius ditulis oleh seorang murid Yesus Kristus bernama Lewi yang disebut juga Matius, seorang pemungut cukai (Matius 9:9,10:3).
Kitab ini dialamatkan kepada orang-orang Kristen yang berlatar-belakang Yahudi, di mana kekristenan saat itu mengalami tantangan berkaitan dengan penggenapan Mesianik.
Ada di antara mereka yang meragukan bahwa Yesus Kristus adalah Mesias. Kehidupan dan pelayanan Yesus Kristus menjadi kabar baik yang diberitakan dalam kitab-kitab Injil termasuk Injil Matius.
Kitab ini mengungkapkan tentang keilahian Yesus Kristus sebagai Tuhan yang berkuasa. Mesias, Juruselamat yang dijanji, menjadi manusia, rela mengalami sengsara bahkan mati tersalib. Tetapi bangkit dari antara orang mati dan naik ke sorga untuk menyelamatkan manusia dan dunia ini.
Injil Matius dimulai dengan silsilah Yesus Kristus sebagai keturunan Abraham dan Daud (1:1-17). Ini menunjukkan bahwa Yesus Kristus adalah penggenapan nubuatan Perjanjian Lama.

Juga menunjukan bahwa walaupun keilahian merupakan hakikat dalam diri-Nya tetapi Yesus Kristus juga adalah manusia sejati. Sehingga ketika mengalami tindakan-tindakan penyiksaan atas diri-Nya, Ia merasakan sakitnya cambuk dan pukulan, perihnya luka yang mengeluarkan darah.
Ia menderita sengsara. Matius 27:27-44, dimulai dengan tindakan para serdadu terhadap Yesus Kristus di gedung pengadilan. Serdadu adalah prajurit Romawi yang biasanya sangat sadis dan tidak berperikemanusiaan.
Gedung peradilan merupakan tempat di mana seharusnya keadilan ditegakkan dan perlindungan dialami. Namun justru di tempat seharusnya keadilan dan kebenaran ditegakkan, Yesus Kristus mengalami tindakan ketidakadilan.
Bacaan Alkitab Ulangan 4:1, Renungan: Dengar dan Lakukan Firman Tuhan |
![]() |
---|
Bacaan Alkitab Kisah Para Rasul 14:8–28, Hati Dipenuhi Sukacita |
![]() |
---|
Bacaan Alkitab Markus 10:35-45, Renungan: Kemuliaan dalam Keilahian Kristus |
![]() |
---|
Bacaan Alkitab Yesaya 40 : 31, Renungan: Kesabaran Dalam Proses Tuhan |
![]() |
---|
Bacaan Alkitab Keluaran 2:11-24, Kalau Ada Kesabaran |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.