Minsel Sulawesi Utara
Peletakan Batu Pertama Pembangunan 81 Unit Huntap Korban Bencana Abrasi Pantai Amurang Minsel
Peletakan batu pertama pembangunan rumah khusus hunian tetap bagi para korban terdampak bencana abrasi pantai yang terjadi pada pertengahan
Penulis: Manuel Mamoto | Editor: Chintya Rantung
TRIBUNMANADO.CO.ID - Peletakan batu pertama pembangunan rumah khusus hunian tetap (Huntap) bagi para korban terdampak bencana abrasi pantai yang terjadi pada pertengahan Juli 2022 berlangsung pada hari ini, Jumat (3/2/2023).
Kegiatan tersebut berlangsung di lokasi tempat pembangunan Huntap di Desa Rumoong Bawah, Kecamatan Amurang Barat.
Peletakan batu pertama pembangunan Huntap dilakukan oleh Bupati Minahasa Selatan Franky Donny Wongkar dan Wakil Bupati Pdt. Petra Yani Rembang beserta tim Forkopimda Minsel juga Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (BP2P) Sulawesi I, Ir. Recky Walter Lahope, ST, MT selesai ibadah.
Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (BP2P) Sulawesi I, Recky W Lahope dalam sambutannya saat itu mengatakan untuk tahap pertama akan dibangun 81 unit dari total 114 unit Huntap bagi korban bencana abrasi pesisir pantai Amurang.
"Untuk saat ini baru ada 81 Unit yang sudah siap dibangun, untuk 33 unit yang diusulkan masih dalam proses dan nanti akan menyusul," kata Lahope.
Pembangunan Huntap di Desa Rumoong bawah dilakukan oleh PT Sagita Utama Lestari dengan melakukan metode pembangunan panel Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA).
Recky Lahope juga sampaikan bahwa dilokasi Huntap juga akan ada ruang terbuka hijau, penyediaan air bersih, gedung pertemuan, posyandu dan persampahan termasuk penataan huntap.
Sesuai schedule waktu pembangunan Huntap sampai bulan Juli 2023, namun Recky Lahope berusaha pembangunan tersebut dapat diselesaikan dengan cepat sehingga dapat segera ditempati.
"Kami berusaha agar sebelum bulan Juli bangunan ini sudah diserahkan kepada pemerintah daerah agar secepatnya ditempati para korban bencana abrasi pantai Amurang," ujar Recky Lahope.
Lebih lanjut Recky Lahope sampaikan bahwa proyek pembangunan Huntap tersebut mendapat pengawasan secara internal dari pemerintah daerah.
"Perlu diketahui juga kalau setiap proyek APBN termasuk proyek ini ada pendampingan dari kejaksaan tinggi sebagai pendampingan proyek strategis," tutup Recky Lahope.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Franky Donny Wongkar lewat sambutannya saat itu menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada Kementrian PUPR khususnya dirjen Perumahan, Dirjen Cipta Karya dan Dirjen SDA.
"Atas nama pemerintah dan masyarakat minsel khususnya masyarakat yang terdampak bencana berterimakasih dan apresiasi yang besar kepada Kementrian PUPR khususnya 3 Dirjen inj yang telah menjawab kerinduan dari masyarakat khususnya yang terdampak bencana ini dan Pemerintah daerah," kata Bupati yang akrab disapa FDW dalam sambutannnya.
Ditanyakan soal proses penyerahan rumah kepada para korban, FDW katakan kalau Pemerintah daerah akan membahasnya terlebih dahulu terkait dengan mekanisme yang nanti digunakan.
"Kami masih akan melakukan pengkajian terlebih dahulu setelah diserahkan ke Pemerintah Daerah sebelum diserahkan kepada para korban.
Tenggelam Usai Lompat dari Tongkang, Filipo Jansen Ditemukan Tak Bernyawa di Pantai Mobongo Minsel |
![]() |
---|
Ribuan Ikan Mati Mendadak, Petani Kolam di Minsel Rugi Ratusan Juta, Diduga Tercemar Limbah |
![]() |
---|
Diduga karena Limbah Perusahaan, Warga Tumpaan Minsel Rugi Ratusan Juta, Ikan Mas dan Mujair Mati |
![]() |
---|
Warga Tumpaan Minsel Sulut Rugi Ratusan Juta Rupiah, Ikan Mas dan Mujair Milik Mereka Mati Misterius |
![]() |
---|
Ribuan Ikan Mujair Warga Tumpaan Baru Minsel Mati Mendadak, Diduga Ada yang Sengaja Buang Limbah |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.