Pantas Perusahaan Microsoft PHK 10 Ribu Karyawan, Ternyata Ada Maksud Lain
Sebanyak 10.000 karyawan dari perusahaan teknologi terkenal Microsoft mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) belum lama ini.
Pesangon karyawan Microsoft yang di-PHK
Masih dilansir dari sumber yang sama, Nadella memastikan bahwa karyawan Microsoft yang di-PHK akan menerima upah pesangon dan perlindungan kesehatan selama enam bulan.
Selain itu, mereka juga masih bisa melanjutkan jatah kepemilikan saham perusahaan.
Bahkan, perusahaan produk dan jasa komputer ini juga menjanjikan pemberian layanan karier kepada karyawan yang terdampak PHK.
Untuk memberikan hak-hak karyawan Microsoft yang terdampak, perusahaan disebut akan menyediakan pesangon 1,2 miliar dollar Amerika.
Anggaran tersebut akan diambil dari pemasukan perusahaan pada kuarter 2.
Alasan Microsoft PHK karyawan
PHK besar-besaran membuat perusahaan Microsoft masuk daftar perusahaan yang melakukan layoff setelah membuka rekrutmen besar-besaran.
Sebelumnya, Microsoft sempat mengalami lonjakan permintaan yang tinggi sehingga membutuhkan staf teknis yang besar.
Namun, perputaran pasar yang melambat pada 2022 dan inflasi yang besar membuat perusahaan tersebut terpaksa melakukan PHK.
Dikutip dari New York Times, Nadella menuturkan bahwa PHK karyawan Microsoft dilakukan sebagai upaya untuk memangkas biaya di tengah ketidakpastian ekonomi.
Selain itu, perusahaan juga tengah kembali memfokuskan prioritas perusahaan, seperti kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Tahun lalu, gelombang PHK karyawan secara besar-besaran juga pernah dialami oleh perusahaan penyedia platform, Meta, yang saat itu melakukan PHK terhadap 11.000 karyawannya.
Artikel ini telah tayang di Sripoku.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/kolase-tribun-manado_20181016_141218.jpg)