Kamis, 7 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pantas Perusahaan Microsoft PHK 10 Ribu Karyawan, Ternyata Ada Maksud Lain

Sebanyak 10.000 karyawan dari perusahaan teknologi terkenal Microsoft mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) belum lama ini.

Tayang:
Editor: Alpen Martinus
Kolase Tribun Manado
Pendiri Microsoft Paul Allen Meninggal Dunia 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Perusahaan teknologi terkenal Microsoft secara mengejutkan memutuskan hubungan kerja dengan 10 ribu karyawan.

Namun PHK dilakukan secara bertahap lantaran jumlahnya sangat banyak.

Mereka pun menargetkan, Meret 2023 semuanya sudah rampung.

Baca juga: Segini Kekayaan Bill Gates Orang Terkaya di Dunia Pendiri Microsoft, Susah Habis Sampai Ia Bosan


FOTO ILUSTRASI -- Microsoft PHK 10.000 Karyawan, Berapa Pesangonnya? (http://tekno.kompas.com)

Tak hanya itu, Microsoft tetap memberikan pesangon kepada mereka.

Ternyata PHK tersebut terpaksa dilakukan lantaran dampak inflasi yang dialami.

padahal Microsoft termasuk perusahaan teknologi terbesar di dunia.

Tak hanya itu, para karyawan yang terkena PHK juga akan mendapatkan perlindungan kesehatan selama 6 bulan.

Baca juga: Sosok Elon Musk CEO dengan Gaji Tertinggi di Dunia, Segini Kekayaannya, Kalahkan Apple dan Microsoft

Sebanyak 10.000 karyawan dari perusahaan teknologi terkenal Microsoft mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) belum lama ini.

Kabar PHK yang dialami karyawan Microsoft ini turut dibenarkan oleh Satya Nadella selaku CEO dari Microsoft.

Salah satu alasan diberlakukannya PHK ini, menurut Satya, adalah karena MIcrosoft berencana untuk melakukan perubahan.

"Perusahaan akan membuat perubahan yang mengakibatkan pengurangan tenaga kerja kami secara keseluruhan hingga 10.000 pekerja hingga akhir Q3 FY23," tulis memo tersebut, dilansir dari The Verge.

Baca juga: Aprindo Gandeng Microsoft Dorong Digitalisasi Ritel Modern dan UMKM Indonesia

Sebanyak 5 persen dari total 220.000 karyawan Microsoft akan merasakan dampak PHK tersebut.

PHK karyawan Microsoft kali ini ditargetkan rampung pada akhir Maret 2023.

Hingga saat ini, lebih dari 800 karyawan telah diberitahu tentang rencana PHK tersebut.

Pesangon karyawan Microsoft yang di-PHK

Masih dilansir dari sumber yang sama, Nadella memastikan bahwa karyawan Microsoft yang di-PHK akan menerima upah pesangon dan perlindungan kesehatan selama enam bulan.

Selain itu, mereka juga masih bisa melanjutkan jatah kepemilikan saham perusahaan.

Bahkan, perusahaan produk dan jasa komputer ini juga menjanjikan pemberian layanan karier kepada karyawan yang terdampak PHK.

Untuk memberikan hak-hak karyawan Microsoft yang terdampak, perusahaan disebut akan menyediakan pesangon 1,2 miliar dollar Amerika.

Anggaran tersebut akan diambil dari pemasukan perusahaan pada kuarter 2.

Alasan Microsoft PHK karyawan

PHK besar-besaran membuat perusahaan Microsoft masuk daftar perusahaan yang melakukan layoff setelah membuka rekrutmen besar-besaran.

Sebelumnya, Microsoft sempat mengalami lonjakan permintaan yang tinggi sehingga membutuhkan staf teknis yang besar.

Namun, perputaran pasar yang melambat pada 2022 dan inflasi yang besar membuat perusahaan tersebut terpaksa melakukan PHK.

Dikutip dari New York Times, Nadella menuturkan bahwa PHK karyawan Microsoft dilakukan sebagai upaya untuk memangkas biaya di tengah ketidakpastian ekonomi.

Selain itu, perusahaan juga tengah kembali memfokuskan prioritas perusahaan, seperti kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Tahun lalu, gelombang PHK karyawan secara besar-besaran juga pernah dialami oleh perusahaan penyedia platform, Meta, yang saat itu melakukan PHK terhadap 11.000 karyawannya.

Artikel ini telah tayang di Sripoku.com

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved