Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

BACAAN ALKITAB

BACAAN ALKITAB - Yeremia 30:8-11 Hidup Tenang dan Damai

Harapan dan kerinduan semua orang adalah hidup sejahtera, tenang dan aman. Berbagai usaha dan kegiatan dilakukan agar diri serta keluarganya

Penulis: Aswin_Lumintang | Editor: Aswin_Lumintang
Ist
Kisah Nabi Yeremia, Seorang yang Taat pada Allah dan Melayani dengan Kasih 

  Yeremia 30:8-11
"Sebab Aku menyertai engkau, demikian firman Tuhan, untuk menyelamatkan engkau...." (11)

TRIBUNMANADO.CO.ID - Harapan dan kerinduan semua orang adalah hidup sejahtera, tenang dan aman. Berbagai usaha dan kegiatan dilakukan agar diri serta keluarganya dapat menikmati Hidup sejahtera, tenang dan aman.

Keadaan yang harus dipenuhi untuk mendapat suasana ini menurut nabi Yeremia pada bacaan hari ini adalah:

Pertama: buanglah ketakutan dan kegentaran.
~ Sekalipun kekuatan atau tantangan musuh begitu kuat dan menekan, Tuhan Allah berjanji untuk memulihkan dan menyelamatkan.
~ Sekalipun umat berada di tempat yang jauh dari tanah leluhur, yakni di tanah pembuangan, namun Kuasa Tuhan Allah menjadi jaminan bagi mereka.
~ Jarak tempat yang jauh tidak dapat membatasi kuasa pertolongan Tuhan Allah.
~ Buanglah ketakutan dan kegentaran kepada musuh itu dan menggantikannya dengan keberanian dan keteguhan iman.

Ilustrasi berdoa
Ilustrasi berdoa (https://goo.gl/J3P7Mi)

Kedua: Hidup sejahtera, tenang dan aman, tidak ada yang mengejutkan.
~ Ada saja yang dapat mengganggu ketenangan umat, bilamana ketenangan dan keamanan berasal dari kekuatan manusia.
~ Janji Tuhan Allah adalah jaminan bahwa tidak akan ada kejutan-kejutan yang dapat mengancam suasana indah tersebut.

Ketiga, Tuhan Allah akan menghabiskan musuh.
~ Jika dalam peperangan biasa, maka musuh-musuh yang dikalahkan masih ada yang tertinggal. Tetapi jika Tuhan berperang untuk umat maka semua musuh akan dihabiskan-Nya.

~ Kekristenan tidak mengajarkan kita hidup hanya untuk cari kesejahteraan, ketenangan dan keamanan. Sebab itu membahayakan dan dapat menjerumuskan kita dari tujuan untuk memuliakan Tuhan.
• Namun hidup sejahtera tenang dan aman adalah bagian dari berkat Tuhan.
~ Jika Tuhan berkehendak dan memberikan itu sebagai berkat yang diperuntukkan dan dijanjikan kepada kita, maka berkat itu mesti diterima dan disyukuri.

Seruan nabi Yeremia memang tidak bermaksud agar umat terlena dan terjebak pada tujuan hidup hanya mencari kesejahteraan, ketenangan dan keamanan semata. Namun kehidupan yang mengikuti Tuhan adalah suatu proses pembentukan terus-menerus yang bersifat dinamis.

Baca juga: BACAAN ALKITAB HARI INI - Ibrani 10:19-25 Menghadap Allah dengan Hati yang Tulus

----------------------------------------------
Saudara & sobatku yg kekasih
Kita sering tidak menyadari bahwa sesuatu yang kita anggap kebebasan ternyata adalah jerat bagi diri kita.
========================

• Sebenarnya bukan siapapun yang memasang kuk, melainkan kita sendiri pada diri kita.
~ Awalnya kuk itu dianggap nyaman dan penuh kenikmatan, karena tidak ada Tuhan yang mengaturnya.
~ Namun yang terjadi adalah kita diperhamba oleh keinginan kita sendiri.
"Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya" (Yak 1:14)

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved