Natal 2022
Ibadah Natal GMIM Imanuel Bahu Manado Sulawesi Utara, Belajar dari Teladan Yusuf dan Maria
Ibadah Natal Jemaat GMIM Imanuel Bahu, Wilayah Manado Barat Daya (MBD), Kota Manado, Sulawesi Utara, berlangsung khidmat. Ini pesan pendeta.
Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Isvara Savitri
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Umat Nasrani di seluruh dunia merayakan Natal 25 Desember 2022.
Termasuk di dalamnya, Jemaat GMIM Imanuel Bahu, Wilayah Manado Barat Daya (MBD), Kota Manado, Sulawesi Utara.
Sebagian di antaranya khusyuk mengikuti ibadah Natal sesi kedua yang dimulai pukul 09.00 Wita.
Ibadah dipimpin khadim Ketua Wilayah MBD, Pdt Henry Raymond Kuhon.
Pembacaan Alkitab diambil dari Matius 1:18-25 dengan judul Kelahiran Yesus Kristus.
Pdt Kuhon dalam khotbahnya mengungkapkan, merayakan Natal dalam suasana kebersamaan menjadi tradisi positif.
"Menjadi sukacita ketika kita bisa berkumpul bersama keluarga. Saling mengasihi dan memaafkan," kata Pdt Kuhon.
Katanya, Natal adalah bukti Tuhan tidak ingkar janji.
Janji Tuhan mendatangkan juru selamat dipenuhi.
Ia mengungkapkan, kisah Natal mengungkap dua sosok yakni Yusuf dan Maria.
Baca juga: Harga Bahan Pokok di Pasar Bersehati Manado Sulawesi Utara Naik Usai Natal
Baca juga: WNI Asal Sulawesi Utara Jadi Trauma dengan Kamboja, Kevin: Ini yang Terakhir Kali
Dua karakter itu bukan siapa-siapa.
Yusuf dan Maria pasangan masyarakat kelas biasa, bukan pemimpin, dan tidak memiliki jabatan sosial.
"Meskipun demikian, Yusuf adalah Keturunan Abraham dan Daud. Ia digariskan menjadi alat keselamatan bersama Maria," katanya.
Dari Yusuf dan Maria, jemaat dapat belajar tentang kerendahan hati.
"Mereka ikut kehendak Allah. Penuh kerendahan hati dan menurut," katanya.
