Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Nasional

Kisah dan Karier Laksamana Yudo Margono, Seorang Anak Petani yang Kini Jadi Panglima TNI

Awal kariernya, Yudo menjabat sebagai Asisten Perwira Divisi atau Aspadiv Senjata Artileri Rudal di KRI YNS 332 pada 1988.

Penulis: Gryfid Talumedun | Editor: Gryfid Talumedun
Kolase Tribun Manado/Istimewa/HO
Kisah dan Karir Laksamana Yudo Margono, Seorang Anak Petani yang Kini Jadi Panglima TNI 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Presiden Joko Widodo resmi melantik Laksamana Yudo Margono sebagai Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Istana Negara, Senin (19/12/2022).

Pelantikan itu berdasarkan Surat Keputusan Presiden Nomor 91/TNI Tahun 2022 Tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Panglima TNI yang dibacakan Sekretaris Militer Presiden Laksda TNI Hersan.

Usai pembacaan Surat Keputusan, dilakukan pengambilan sumpah jabatan oleh Presiden Joko Widodo.

"Demi Allah saya bersumpah, bahwa saya akan setia kepada NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Serta akan menjalankan segala peraturan perundangan dengan selurus-lurusnya. Demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara," demikian kata Yudo saat mengucapkan sumpah dan janji.

"Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan, menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya dan dengan penuh rasa tanggung jawab, bahwa saya akan menjunjung tinggi sumpah prajurit," lanjut Yudo.

Baca juga: Cerita Indah Lionel Messi dan Jersey Bintang 3 Argentina, La Pulga si Manusia Rekor

Dengan pelantikan ini, maka Laksamana Yudo Margono resmi menggantikan panglima TNI sebelumnya, Jenderal Andika Perkasa yang akan memasuki masa purnatugas.

Sebelumnya Laksamana Yudo Margono menjadi Panglima TNI menggantikan Jenderal Andika Perkasa.

Keputusan Laksamana Yudo Margono menjadi Panglima TNI tersebut diambil dalam rapat paripurna DPR RI yang digelar di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (13/12/2022).

Ketua DPR RI Puan Maharani memimpin langsung rapat paripurna itu.

Dikutip dari Kompas TV, 356 anggota legislatif dari total 575 orang mengikuti kegiatan itu.

Rinciannya yang hadir secara fisik 21 orang, 195 virtual dan 140 orang menyatakan izin.

Rapat tersebut diawal laporkan dari Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid menyampaikan terlebih dulu laporan Komisi I DPR atas hasil fit and proper test calon panglima TNI.

"Komisi I DPR memutuskan poin satu, menyetujui pemberhentian dengan hormat Jenderal Andika Perkasa sebagai Panglima TNI," ujar Meutya.

"Poin dua, memberikan persetujuan terhadap pengangkatan calon panglima TNI Laksamana Yudo Margono sebagai Panglima TNI," kata dia.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved