Berita Nasional
Kisah dan Karier Laksamana Yudo Margono, Seorang Anak Petani yang Kini Jadi Panglima TNI
Awal kariernya, Yudo menjabat sebagai Asisten Perwira Divisi atau Aspadiv Senjata Artileri Rudal di KRI YNS 332 pada 1988.
Penulis: Gryfid Talumedun | Editor: Gryfid Talumedun
Setelah itu, Puan meminta persetujuan para hadirin rapat atas laporan tersebut.
"Apakah laporan Komisi I DPR atas hasil fit and proper test calon panglima TNI tentang pemberhentian dengan hormat Jenderal Andika perkasa dari Panglima TNI dan pengangkatan Laksamana Yudo Margono jadi Panglima TNI dapat disetujui?" kata Puan.
"Setuju," ujar anggota DPR. Kemudian, Yudo maju ke depan meja pimpinan rapat paripurna. Yudo memberi hormat kepada para anggota DPR. "Hidup, Panglima TNI," kata anggota DPR.
Dengan demikian, hal ini menandakan Yudo tinggal selangkah lagi resmi dilantik sebagai Panglima TNI oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggantikan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa.
Lantas seperti apa profil dari Laksamana Yudo Margono ini? Mari simak berikut ini:
Profil Laksamana Yudo Margono
Yudo adalah alumnus Akademi Angkatan Laut (AAL) angkatan XXXIII/1998.
Laksamana Yudo Margono menjabat sebagai KSAL sebagai Mei 2020 menggantikan Laksamana TNI Siwi Sukma Adji.
Awal kariernya, Yudo menjabat sebagai Asisten Perwira Divisi atau Aspadiv Senjata Artileri Rudal di KRI YNS 332 pada 1988.
Laksamana merupakan pangkat tertinggi di dalam struktur kepangkatan perwira tinggi.
Pangkat tertinggi itu ditandai dengan lambang empat bintang emas.
Kariernya pun terus meroket.
Suami dari Veronica Yulis Prihayati itu lalu didapuk menjadi komandan KRI Pandrong 801, KRI Sutanto 877, hingga KRI Ahmad Yani 351.
Pada 2004-2008, Yudo dipercaya sebagai Komandan Lanal Tual, buntut kesuksesannya menjabat sebagai komandan berbagai kapal perang TNI AL.