Kabar Artis
Sosok Ronny Imanuel Alias Mongol, Komika Asal Manado Sulawesi Utara, Pernah Jadi Pelayan Restoran
Mongol kini tergabung dalam Film dengan pesan toleransi beragama dan edukasi kearifan Indonesia berjudul, Uti deng Keke
Penulis: Rhendi Umar | Editor: Chintya Rantung
TRIBUNMANADO.CO.ID - Ronny Imanuel atau biasa dikenal Mongol kini tergabung dalam Film dengan pesan toleransi beragama dan edukasi kearifan Indonesia berjudul, Uti deng Keke.
Dia baru-baru ini mengunjungi Tribun Manado bersama tim lainnya yaitu Maya Yuniar, Sandi Patria, Billy Hasan, Suryadi Toke, Lama Victoria, Burhanuddin, Bimmo DJ.
Kedatangan mereka disambut langsung pemimpin perusahaan Tribun Manado Riadianto Tunandi.
Lantas bagaiman Profil Ronny Imanuel?
Mongol Stres adalah komika dan aktor berkebangsaan Indonesia.
Mongol lahir di Manado, Sulawesi Utara, 27 September 1978.
Namanya mulai dikenal publik setelah ia kerap tampil dalam acara Stand Up Comedy Show Motro TV pada 2011.
Mongol mengawali kariernya dengan menjadi pelayan di restoran Padang yang berada di kawasan Menteng.
Hal ini ia lakukan untuk mencari uang agar bisa hidup di Jakarta.
Kala itu ia hijrah ke Jakarta untuk disekolahkan menjadi pendeta. Namun, ia ditipu oleh orang yang ingin menyekolahkannya.
Ia luntang-lantung di Jakarta sampai pada akhirnya bekerja menjadi pelayan di restoran.
Di restoran itu ia bekerja pada pagi hari, sedangkan pada siang hari ia bekerja menjadi loper koran.
Kemudian malam harinya ia bekerja di toko percetakan brosur di Pasar Baru.
Suatu ketika ia mendapat tawaran untuk bekerja pada sebuah manajemen artis.
Ia pun setuju dan ia ditunjuk menjadi asisten sekaligus manager Dirly Idol.
Sayangnya, pada saat itu ada sedikit bencana yang menghantam Mongol hingga akhirnya ia dipecat dari pekerjaan itu.
Karier Mongol Stres mulai membaik setelah ia menjadi komika dan tampil dalam program acara Stand Up Comedy Show Metro TV 2011.
Karena kerap muncul dalam program itu, namanya pun mulai dikenal oleh publik.
Tawaran untuk bermain film pun menghampirinya.
Pada 2013 ia berkesempatan bermain dalam beberapa film seperti Mursala, Operation Wedding, dan Finding Srimulat
Satu tahun kemudian tawaran bermain film kembali menghampirinya.
Pada tahun itu ia bermain dalam film Viva JKT48, Bidadari Pulau Hantu, Comic 8, dan Remember When.
Selain film ia juga bermain dalam sinetron.
Sinetron yang telah berhasil ia perankan adalah Naik Enak Turun Ogah, ABG Jadi Manten, dan Emak Ijah Pengen Ke Mekah.
Tidak hanya itu, Mongol juga memiliki program acara televisi di NET. yang bernama Talkpod.
Dalam program acara itu ia menjadi host bersama dengan Surya Insomnia.
"Pernah Gabung Sekte Setan"
Ia menceritakan dirinya yang sebelum bertobat pernah mengikuti sekte sesat, yaitu menjadi pemimpin gereja setan.
Ia pun mengungkapkan hal yang tidak bisa dilupakannya saat masih menjadi sekte sesat adalah ketika mengikuti perjamuan kudus.
Pengetahuan Mongol mengenai ritual dan keberadaan Gereja Setan di Jakarta, atau yang disebut Local Satanic bukan tanpa alasan.
Hal ini berdasarkan pengalamannya sendiri, yang pernah menjadi leader atau jenderal ketika bergabung dengan Gereja Setan.
Awalnya pada saat Ia remaja sekitar berumur 14 tahun, Mongol sudah menjadi anggota Gereja Setan.
Mendengar ritual mengerikan yang diadakan Gereja Setan, Melaney pun penasaran hal apa yang dilakukan jemaat Gereja Setan ketika santap kasih bersama.
"Santap kasih bersama emang ngapain sih?".
Mongol pun menjelaskan bahwa santap kasih bersama adalah melakukan seks bebas.
Dan hal paling mengejutkan, Mongol mengungkapkan bahwa dirinya juga pernah melakukan hubungan seks dengan sesamanya, laki-laki. (Ren)
Baca juga: Cristiano Ronaldo Ungkap Cara Erik ten Hag dan MU yang Membuat Sang Bintang tak Nyaman
Baca juga: BREAKING NEWS, Pengendara Asal Tandengan Minahasa Sulawesi Utara Tewas Tertimpa Pohon di Pineleng