Vaksin Booster

Aturan Baru Pemerintah, Vaksin Booster untuk Lansia Kini Bisa Dapat Setelah 3 Bulan Vaksinasi Primer

Terkait hal tersebut sebelumnya untuk dapat vaksinasi booster ini untuk pasien minimal sudah 6 bulan mendapat vaksin kedua.

Editor: Glendi Manengal
fernando lumowa/tribun manado
Ilustrasi vaksin booster untuk lansia 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Seperti yang diketahui saat ini masyarakat di Indonesia tengah menerima vaksin ketiga atau booster.

Terkait hal tersebut sebelumnya untuk dapat vaksinasi booster ini untuk pasien minimal sudah 6 bulan mendapat vaksin kedua.

Namun kini ada aturan baru dimana untuk vaksin booster pasien lansia bisa didapatkan minimal 3 bulan setelah vaksin kedua.

Baca juga: Optimalisasi Program JKN-KIS, Ini Penjelasan Dirut BPJS Kesehatan Terkait Inpres Nomor 1 Tahun 2022

Baca juga: Masih Ingat Siti KDI? Pedangdut Cantik Ikut Suami Tinggal di Turki, Intip Potret Terbarunya Sekarang

Baca juga: Peringatan Dini BMKG Cuaca Buruk Besok Rabu 23 Februari 2022, Waspada 31 Wilayah Potensi Hujan Lebat

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menerbitkan ketentuan baru terkait pemberian vaksinasi booster terutama bagi kelompok lansia berusia di atas 60 tahun.

Sebelumnya, vaksinasi booster diberikan minimal 6 bulan setelah penyuntikan dosis kedua.

Namun kini, penyuntikan dosis lanjutan bagi lansia bisa diberikan minimal 3 bulan setelah menerima vaksinasi dosis lengkap.

Aturan baru ini tertuang dalam Surat Edaran Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Nomor SR.02.06/II/ 1123 /2022 tentang Penyesuaian Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 Dosis Lanjutan (Booster) bagi Lansia.

"Kalau sebelumnya vaksinasi booster diberikan minimal 6 bulan, mulai hari ini pemberian dosis booster bagi lansia dapat diberikan dengan interval minimal tiga bulan setelah mendapat vaksinasi primer lengkap," kata Juru Bicara Vaksinasi Covid-19, Siti Nadia Tarmizi, dikutip dari sehatnegeriku.kemkes.go.id.

Adapun kombinasi vaksin yang digunakan untuk vaksinasi booster lansia bisa secara homolog dan heterolog dengan menyesuaikan ketersediaan vaksin di masing-masing daerah.

Pada prinsipnya, seluruh jenis vaksin yang telah mendapatkan EUA dari BPOM serta rekomendasi dari ITAGI bisa digunakan untuk percepatan vaksinasi booster lansia.

Namun, karena vaksin Sinovac jumlahnya terbatas dan diperuntukkan bagi sasaran anak usia 6-11 tahun, maka untuk booster ini dapat menggunakan vaksin selain Sinovac.

Selain itu, Nadia juga menekankan agar percepatan vaksinasi booster lansia berjalan beriringan dengan vaksinasi primer.

Pelaksanaannya juga harus merata di seluruh Indonesia, mengingat masih ada beberapa daerah yang cakupan vaksinasi keduanya dibawah 70% dari populasi.

"Percepatan vaksinasi baik primer maupun booster perlu dilakukan mengingat pasien Covid-19 yang meninggal sebagian besar adalah masyarakat yang belum divaksinasi, lansia dan orang dengan penyakit penyerta," ungkapnya.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved