Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Digital Activity

Pdt Ruth dan Everdine Berbagi Kisah Perjuangan Lawan Kekerasan Perempuan dan Anak

Mereka yakni Everdine Kalesaran kabid Perlindungan Hak Perempuan - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Daerah (DP3AD) Sulut

Penulis: Ryo_Noor | Editor: Chintya Rantung
Dokumentasi Tribun Manado
Tribun Manado Podcast kembali menyajikan topik baru berjudul Penerima dan Pemberi Award Giat Kemanusiaan. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Tribun Manado Podcast kembali menyajikan topik baru berjudul Penerima dan Pemberi Award Giat Kemanusiaan.

Kali ini topik menyasar isu pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

Dua narasumber mumpuni diundang hadir di studio podcast Tribun Manado di Jalan AA Maramis, Kairagi, Kota Manado.

Mereka yakni Everdine Kalesaran kabid Perlindungan Hak Perempuan - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Daerah (DP3AD) Sulut.

Everdine hadir mewakili Kepala DP3AD Sulut, dr Kartika Devi Tanos.

Kemudian ada, Pdt Ruth Ketsia Wangkai Kordinator Gerakan Perempuan Sulut, seorang aktivis yang konsern dalam isu perlindungan perempuan.

Perbincangan ini pun dipandu Host Aswin Lumintang.

Bagaimana kemudian tercetus memberikan award Inspirator Pemberdayaan Perempuan ?

Erverdine : Ini ide kepala dinas tahun 20221 dalam rangka hari ibu, kita memberikan penghargaan kepada perempuan, yang menginspirasi pejuang perlindungan perempuan dan anak, pekerjaan kemanusiaan.

Penghargaan kemarin ada 3 pertama, ibu Pdt Ruth Wangkai, Mun Jenaan dari Swara Perempuan, satu perempuan sebagai inspirator dalam pemberdayaan ekonomi keluarga, berprofesi nelayan Elsye Takarendeng.

Kiatnya pertama komitmen berani pekerjaan kemanusiaan membela hak perempuan dan anak. Juga bagaimana gebrakan dilakukan 2021 luar biasa GPS menuntaskan KDRT, menonjol tahun kemarin.

Mun Jenaan penyedia layanan, Pemberdayaan desa, ada perda desa di Minsel memperjuangkan hak perempuan kerja bersama membangun desa.

Untuk Pdt Ruth, sudah berapa lama terjun dalam kerja-kerja kemanusiaan ini?

Ruth : kalau tanya sejak kapan, sebagai pendeta kerja pelayanan termasuk kemanusiaan, itu dari tahun 1980. Kerja advokasi secara khusus termasuk pemberdayaan dan perlindungan perempuan anak ketika saya dipercayakan persekutuan perempuan berpendidikan teologi di Indonesia disingkat Perwati.

Nah, ketika itu memang saya mulai menyentuh kerja advokasi baik litigasi maupun non litigasi ini kerja beriringan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved