Sejarah
Huang Lung, Klub Sepakbola Profesional Pertama di Manado yang Lahir di Kampung Cina
Sofyan Jimmy Yosadi SH, menuturkan, berdirinya klub tersebut tak lepas dari iklim saat itu dimana banyak warga Tionghoa yang menggeluti Sepakbola.
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Rizali Posumah
"Kini banyak pula atlet dari cabor selain sepakbola yang jadi atlet serta pembina olahraga Sulut, semua terinspirasi Loho," kata dia.
Rohaniawan Ronny Loho mengaku Nyong Loho adalah Ceknya (paman) nya.
Ia masih ingat kala sang Cek menuju ke tempat latihan bola bersama rekan-rekannya.
"Mereka jalan kaki menuju Sario untuk berlatih bola di sana," kata dia.
Dibeber Ronny, pamannya menyediakan semua fasilitas latihan, dari seragam, bola hingga sepatu.
Para anak didik Loho, kata dia, berumur 10 hingga 17 tahun.
"Anggotanya mulanya orang Tionghoa namun lama kelamaan banyak juga orang Manado yang bergabung," kata dia.
Seingatnya sang Pekhu tidak menjadikan suku sebagai ukuran.
"Pokoknya yang jago ia pasang," kata dia.
Kala itu Ronny masih kecil dan hobi olahraga pula. Namun ia tak memilih sepakbola.
"Saya pilih tenis meja," kata dia.
Dikatakannya, banyak orang Tionghoa yang hobi olahraga. Tenis meja termasuk yang banyak digemari.
"Saya tekuni ini sungguh-sungguh, saya pernah ikut PON," kata dia. (Art)
• Honorer Rencana Dihapus, Ketua DPRD Tomohon Harap Rekrutmen CPNS dan P3K Prioritaskan Nakon K2
• Ingat Mimi Peri? Potret Terbarunya Kini Jadi Sorotan, Berpose bak Bidadari dari Kayangan
• Kondisi Orang yang Dipenjara di Rumah Bupati Langkat, Ketakutan dan Mata Berkaca, Wajah Lebam