Penganiayaan di Sangihe
Viral Kekerasan di Sangihe, Dokter Preysi Siby Ungkap Faktor Penyebab KDRT
Dikatakannya, ada juga faktor pengalaman masa lalu, yang bisa saja membuat seseorang pernah mendapat tindakan kekerasan.
Penulis: Fistel Mukuan | Editor: Aldi Ponge
TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Dokter Preysi Siby Ilmuwan Psikologi angkat bicara terkait kasus viral aksi pria bernisial MGM yang melakukan kekerasa dalam rumah tangga (KDRT) terhadap isteri dan anaknya.
Hal itu sebagaimana video yang di unggah akun media sosial Claudia dengan caption "Bukti Kuat bos MGM" yang dilengkapi 2 Foto dan video penganiayaan terhadap anak dibawa umur.
Menurut Preysi dilihat dari kacamata psikologi ada beberapa faktor penyebab orang melakukan kekerasan terhadap keluarga terdekat.
'Pertama emosional atau stres dengan adanya tekanan masalah yang berkepanjangan, bisa membuat seseorang melakukan tindakan kekerasan," ucapnya.
Lanjutnya, faktor berikutnya terkait ekonomi, karena saat seseorang tidak sejahtera dia akan melakukan tindakan kekerasan.
"Itu adalah faktor dari dalam, sedangkan faktor dari luar keluarga jika seseorang melakukan kekerasan kepada orang-orang terdekat, itu dikarenakan ekonomi apalagi sekarang ditengah pandemi.
Ada yang tidak bekerja dan dirumahkan," tambahnya lagi.
Dikatakannya, ada juga faktor pengalaman masa lalu, yang bisa saja membuat seseorang pernah mendapat tindakan kekerasan.
"Solusinya adalah bagaimana seseorang bisa selesai dengan kondisi trauma masa lalunya, supaya tidak terjadi di masa skarang.
Solusinya agar mendapatkan konseling oleh psikolog agar ia tidak lagi melakukan hal yang sama di masa mendatang," ucapnya.
Faktor lainnya, disampaikannya bisa saja keluarga yang tidak lagi harmonis, apalagi saat baru mulai berbicara sudah saling marah.
Viral Kekerasan Terhadap Istri dan Anak di Sangihe
Viral aksi pria bernisial MGM yang melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap isteri dan anak diunggah akun media sosial Claudia dengan caption "Bukti Kuat bos MGM" yang dilengkapi 2 Foto dan video penganiayaan terhadap anak dibawa umur.
Polres Kepulauan Sangihe meringkus pelaku MGM dan langsung dibawa ke Polres Sangihe untuk di mintai keterangan.
Kapolres Sangihe AKBP Denny Wely Wolter Tompunuh melalui Kasat Reskrim IPTU Kieffer Malonda kepada sejumlah wartawan membenarkan pelaku sudah diamankan di Polres Kepulauan Sangihe untuk proses hukum lebih lanjut.