Penanganan Covid
Harga Obat Corona Molnupiravir di Bawah Rp 1 Juta, Menteri Kesehatan: Nggak Terlalu Mahal
Pemerintah sedang memproses pembelian obat yang diklaim mampu mencegah gejala parah atau kematian akibat Covid-19 hingga paling tidak 50 persen.
”Antara 40 sampai 50 US dolar jadi nggak terlalu mahal, di bawah satu juta," kata Budi.
Ia memaparkan obat ini diperuntukan bagi pasien dengan gejala ringan sampai sedang.
Setiap pasien akan diberikan Molnuvirapir selama 5 hari, dimana sehari meminum 8 tablet sehingga satu pasien bergejala Covid-19 ringan sampai sedang membutuhkan 40 tablet.
"Hasil uji klinis di luar negeri, pasien yang diberikan obat ini 50 persen bisa tidak masuk ke rumah sakit," ungkapnya.
Walau obat tersebut dipastikan segera tersedia di Indonesia, Budi berharap tak ada lonjakan kasus corona di akhir tahun hingga awal 2022 nanti.
"Mudah-mudahan tidak ada gejolak. Kalau, toh, ada gelombang baru kita siap dengan obat-obatan," katanya.
Budi mengatakan penggunaan Molnupiravir juga masih harus menunggu izin guna darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) dari badan pengawas obat Amerika Serikat (Food and Drug Administration/FDA).

Menurutnya, izin tersebut diperkirakan bakal terbit pada Desember 2021.
"Diharapkan awal Desember ini juga sudah keluar dari sana," katanya.
Selain mengupayakan Molnupiravir, Kemenkes juga terus mengkaji jika ada alternatif serupa tablet tersebut yang mampu mengurangi risiko individu yang terinfeksi Covid-19 untuk dirawat di rumah sakit.
"Kami akan terus bekerja sama dengan BPOM untuk mengkaji alternatif obat ini," kata Budi.(tribun network/yud/dod)
Keterangan: Ingat pesan ibu jangan lupa memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.
Artikel ini telah tayang di TribunJogja.com dengan judul Harga Obat Corona Molnupiravir di Bawah Rp 1 Juta, Berikut Penjelasan Menkes, https://jogja.tribunnews.com/2021/11/16/harga-obat-corona-molnupiravir-di-bawah-rp-1-juta-berikut-penjelasan-menkes?page=all