Breaking News:

Penanganan Covid

Harga Obat Corona Molnupiravir di Bawah Rp 1 Juta, Menteri Kesehatan: Nggak Terlalu Mahal

Pemerintah sedang memproses pembelian obat yang diklaim mampu mencegah gejala parah atau kematian akibat Covid-19 hingga paling tidak 50 persen.

Editor: Indry Panigoro
(MERCK)
Obat Covid-19 molnupiravir yang diproduksi perusahan farmasi Merck. Obat antivirus ini dilaporkan dapat menekan risiko masuk rumah sakit atau kematian karena Covid-19 hingga 50 persen. Obat ini pun sudah dilirik banyak negara, termasuk Indonesia.(MERCK) 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pemerintah terus melakukan cara untuk memutus rantai penyebaran covid-19.

Mulai dari pembatasan sosial.

Hingga adanya vaksinasi.

Terbaru kini pemerintah terus berupaya menyediakan obat-obatan Covid-19.

Ada beberapa jenis obat yang tengah diusahakan ketersediannya.

Salah satunya Molnupiravir.

Menurut Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, obat produksi perusahaan farmasi Amerika Serikat, Merck itu diharapkan tiba di Indonesia pada akhir 2021 ini dan akan digunakan mulai tahun depan.

Pemerintah sedang memproses pembelian obat yang diklaim mampu mencegah gejala parah atau kematian akibat Covid-19 hingga paling tidak 50 persen.

Budi bersama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi ( Menko Marves ) Luhut Binsar Pandjaitan telah mengunjungi Merck & Co di Amerika Serikat, produsen Molnupiravir, pada Oktober lalu untuk membahas rencana pembelian obat tersebut.

"Kami juga melaporkan dari obat-obatan, Molnupiravir diharapkan akhir tahun ini (Desember 2021) sudah bisa tiba di Indonesia dan kita sudah siap digunakan tahun depan," kata Budi dalam keterangan pers virtual usai menjalani rapat terbatas yang dipimpin Presiden Jokowi, Senin (15/11/2021).

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved