Tahukah Kamu
Tahukah Kamu Jangan Lakukan Tes Swab Sendiri? Ada Risikonya, Begini Penjelasan Dokter
Dokter kembali mengingatkan risiko melakukan tes swab sendiri di rumah dan bukan dilakukan oleh tenaga ahli.
"Kadang alatnya bagus, tapi pemeriksa saat mencolokannya tidak kena, jadi negatif. Di situ banyak faktor kesalahannya, apalagi jika dilakukan mandiri, sudah jelas," sambungnya.
Senada dengan Gede, Dokter Patologi Klinik dr I Nyoman Gde Sudana SpPK mengatakan, tes swab antigen tidak seperti alat tes lain, misalnya tes kehamilan, yang cenderung mudah dilakukan sendiri. Seperti diketahui, untuk melakukan tes kehamilan di rumah dilakukan dengan cara mencelupkan alat tes ke dalam urine.
"(Tes swab) negatif palsunya tinggi. Berbeda kalau kita menguji kehamilan, sampel yang diperiksa mudah dikeluarkan. Ini kan ada tindakan yang hampir invasif, jadi harus tenaga terlatih," kata Nyoman.
Terlebih, jika tes swab dilakukan sendiri, tubuh akan cenderung mengeluarkan refleks menolak ketika alat dimasukkan ke dalam rongga hidung. Ini berpotensi membuat hasil tes menjadi semakin tidak akurat.
Ketika identifikasi tidak akurat, maka hasil tes tidak bisa digunakan.
"Akan ada refleks untuk menolak kalau kita melakukan sendiri. Berbeda jika dilakukan orang lain, dengan kesadaran, kemudian (tubuh dalam kondisi) rileks," ucap Nyoman.
Baca juga: Deretan Kejanggalan Anggaran Formula E, Ada Dugaan Mark Up, KPK Turun Tangan
Baca juga: Deretan Jejak Kontroversi Andika Perkasa, Jenderal yang Dipilih Jadi Calon Panglima TNI
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jangan Lakukan Tes Swab Sendiri, Dokter Jelaskan Risikonya"