Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Tahukah Kamu

Tahukah Kamu Jangan Lakukan Tes Swab Sendiri? Ada Risikonya, Begini Penjelasan Dokter

Dokter kembali mengingatkan risiko melakukan tes swab sendiri di rumah dan bukan dilakukan oleh tenaga ahli.

Editor: Shity Nurjanah
Istimewa
Ilustrasi - Tahukah Kamu Jangan Lakukan Tes Swab Sendiri? Ada Risikonya, Begini Penjelasan Dokter 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Tahukah Kamu Jangan Lakukan Tes Swab Sendiri? Ada Risikonya, Begini Penjelasan Dokter 

Pandemi Covid-19 belum juga berakhir.

Melakukan tes Covid-19 menjadi hal penting di masa Pandemi corona yang masih belum berakhir.

Tes sangat penting terutama untuk orang yang sering melakukan perjalanan.

Khususnya di lokasi yang tingkat penyebaran virus Covid-19 tinggi.

Hingga hari ini, masih marak dipasarkan alat tes swab antigen mandiri, termasuk di berbagai marketplace.

Harganya bervariasi, termasuk alat swab yang dijual sangat murah hingga di sekitar Rp 20.000an.

Namun, dokter kembali mengingatkan risiko melakukan tes swab sendiri di rumah dan bukan dilakukan oleh tenaga ahli.

Risiko utama melakukan tes swab sendiri adalah hasil negatif palsu atau false negatif karena mengambil sampel dari titik yang salah di dalam rongga hidung.

Secara sekilas, kita mungkin melihat alat swab hanya tinggal dimasukkan ke rongga hidung. Namun, alat tersebut harus mengenai bagian anatomi hidung tertentu yang menjadi tempat perlekatan protein virus.

"Kadang tidak kena di situ, negatif. Padahak bergeser sedikit dari situ, positif. Ini kan seperti orang bersembunyi di lorong, kan di sudut-sudut. Kita mengambilnya seperti menyapu. Kalau tidak kena, berarti tidak tepat."

Demikian diungkapkan oleh Dokter Patologi Klinik dr I Gede Wardhana Tohjiwa SpPK di sela konferensi pers bersama Bumame Farmasi di Bali, Rabu (03/11/2021).

Risiko utama melakukan tes swab sendiri adalah meningkatkan risiko negatif palsu atau false negatif karena mengambil sampel dari titik yang salah di dalam rongga hidung. ((SHUTTERSTOCK/Cryptographer))

Bahkan, alat tes yang berkualitas sekalipun bisa memberikan hasil false negative jika tidak dilakukan oleh tenaga ahli dan secara tepat. Apalagi, tenaga ahli juga melakukan pemeriksaan menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap.

"Kadang alatnya bagus, tapi pemeriksa saat mencolokannya tidak kena, jadi negatif. Di situ banyak faktor kesalahannya, apalagi jika dilakukan mandiri, sudah jelas," sambungnya.

Senada dengan Gede, Dokter Patologi Klinik dr I Nyoman Gde Sudana SpPK mengatakan, tes swab antigen tidak seperti alat tes lain, misalnya tes kehamilan, yang cenderung mudah dilakukan sendiri. Seperti diketahui, untuk melakukan tes kehamilan di rumah dilakukan dengan cara mencelupkan alat tes ke dalam urine.

"(Tes swab) negatif palsunya tinggi. Berbeda kalau kita menguji kehamilan, sampel yang diperiksa mudah dikeluarkan. Ini kan ada tindakan yang hampir invasif, jadi harus tenaga terlatih," kata Nyoman.

Terlebih, jika tes swab dilakukan sendiri, tubuh akan cenderung mengeluarkan refleks menolak ketika alat dimasukkan ke dalam rongga hidung. Ini berpotensi membuat hasil tes menjadi semakin tidak akurat.

Ketika identifikasi tidak akurat, maka hasil tes tidak bisa digunakan.

"Akan ada refleks untuk menolak kalau kita melakukan sendiri. Berbeda jika dilakukan orang lain, dengan kesadaran, kemudian (tubuh dalam kondisi) rileks," ucap Nyoman.

Baca juga: Deretan Kejanggalan Anggaran Formula E, Ada Dugaan Mark Up, KPK Turun Tangan

Baca juga: Deretan Jejak Kontroversi Andika Perkasa, Jenderal yang Dipilih Jadi Calon Panglima TNI

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jangan Lakukan Tes Swab Sendiri, Dokter Jelaskan Risikonya"

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved