Breaking News
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Tajuk Tamu

'Go Digital' Strategi UMKM Bertahan di Masa Pandemi

Pandemi Covid-19 membawa dampak sangat besar di sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Editor: Chintya Rantung
IST
Potret para pelaku usaha dalam memasarkan produk secara online 

3. Meningkatkan inovasi produk yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, seperti membuat inovasi menjual makanan yang berbentuk frozen food agar dapat disimpan di rumah untuk jangka waktu yang panjang, mengolah kain atau bahan yang tidak laku untuk dijadikan masker yang dapat dipakai sehari-hari, dls.

Adapun bantuan dari pemerintah dalam pencapaian Go Digital bagi UMKM dalam membantu peningkatan perekonomian negara di masa pandemi adalah sebagai berikut :

1. keputusan pengendalian inflamasi bukan hanya terfokus pada upaya-upaya untuk mamstikan daya beli konsumen tetapi lebih kepada penguatan sosial dan dukungan terhadap UMKM yang bersangkutan.

2. pemerintah daerah diharapkan ikut andil dalam penguatan kebijakan pemerintah pusat serta mempercepat realisasi APBD terutama dalam segi belanja modal yang mendukung pemulihan ekonomi di era pandemi.

3. diperlukan sinergi yang luat antara pemerintah pusat dan daerah untuk dapat mengarahkan masyarakat agar belanja produk-produk dalam negeri baik pertanian maupun UMKM.

4. Pemerintah harus memiliki ketersediaan data informasi pangan yang akurat untuk mendukung strategi kebijakan tingkat pusat maupun daerah dalam mengatasi permasalahan keterbatasan pasokan pangan, memperkuat kerja sama antar daerah, serta mendorong perdagangan.

Selain itu, pengembangan UMKM digital harus memperhatikan kualitas produksi, kapasitas produksi, dan literasi digital. Hal tersebut ditujukan agar usaha bertahan lama dan dalam konteks pengembangan UMKM berbasis digital.

Pelaku usaha diharapkan memiliki relasi atau sinergitas bersama kaum millenial agar UMKM tetap eksis di masyarakat luas karena generasi millenial memiliki kemampuan dalam menggunakan media sosial seperti facebook, instagram, ataupun whatsapp.

Komunikasi dan pemasaran adalah dua hal yang saling berkaitan. Pelaku UMKM atau perusahaan harus mengkombinasikannya dengan band atau produk mereka waktu memperkenalkan konsumen.

Hal itu diutamakan untuk membangun mekanisme pasar baik online maupun . UMKM di era pandemi benar-benar memerlukan kesadaran individu akan keberadaan produknya dan pemasaran. Kesedaraan individu dan ketersediaan teknologi menjadi yang paling utama dalam proses menyebarkan menyebar luaskan inovasi di bidang ini.

Semua aktivitas perekonomian dari berbagai aspek kehidupan pelaku UMKM atau masyarakat diharapkan mampu bertransaksi dan berkomunikasi tanpa batas ruang dan waktu.

Meskipun sudah memiliki keunikan dan pasar tersendiri, selama pandemi berlangsung, transaksi offline tidak akan bisa lancar seperti sedia kala (sebelum pandemi).

Penjualan secara online bukanlah satu-satunya jawaban untuk mengembalikan kondisi bisnis. Penerapan strategi bisnis yang tepat juga harus dilakukan seiring dengan adanya pengurangan aktifikatas di luar rumah, menjalani bisnis di tengah pandemik memang memiliki beragam tantangan, tapi selama terus berinovasi akan selalu ada peluag agar bisnis tetap bertahan.

Yang terpenting bagi pelaku UMKM, harus terus berinovasi, terus bergerak, terus berkembang, tetap bersemangat dan selalu melakukan promosi terutama kegiatan di media sosial.

Baca juga: Melihat UMKM di Likupang Minut, Dolfie Ubah Pelepah Pisang Jadi Gantungan Kunci

Baca juga: E2L: Semoga Galeri UMKM Bermanfaat bagi Masyarakat

Baca juga: Diplomasi Kuliner Ala Olly Dondokambey, Resep Lobi Sang Gubernur Sulut

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved