Rabu, 22 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Tribun Bincang bincang

Cerita Victor Maradona Waloni sebagai Seorang Coffee Roaster

"Dengan keselahan kecil saja, kita bisa merubah kopi yang baik menjadi tidak baik," - Victor Maradona Waloni

Penulis: Rizali Posumah | Editor: Rizali Posumah
tribunmanado.co.id
Tribun bincang-bincang bersama Victor Maradona Waloni. 

Siapa yang menginspirasi Anda hingga tertarik untuk menekuni bidang Coffe Roaster? 

Mungkin kalau untuk menekuni bidang Coffe Roaster itu sudah menjadi panggilan. Tapi soal langkah menjalani hidup, mengambil keputusan, itu influence paling besar dari Almarhum papa, dan juga ada Almarhum yang menjadi mentor saya dulu, Kak Chan.

Kedua orang inilah banyak saya ambil ilmunya. Mereka tidak pernah hitung-hitungan soal ilmu dan pekerjaan. 

Banyak orang yang bisa menjadi manusia dengan ilmunya mereka, dan dengan suka rela, dengan kebesaran hati mereka mau mengajari kita. 

Kalau ayah saya, selalu mentoring sampai sudah nikah saya masih saja dimentoring sama dia. 

Jadi mungkin inspirasi dari mereka, untuk tetap terus belajar dan mau sharing dengan orang lain. 

Sebagai seorang Coffee Roaster, ada tidak suka dukanya? 

Banyak suka dukanya. Apalagi sekarang (red: masa pandemi Covid) PPKM, duka semua itu. 

Jadi suka dukanya banyak. Pertama mungkin ya namanya UMKM kecil, kita pasti bergelut dengan modal. 

Kalau sekarang kita Seruput Coffee Company sudah memiliki partnership dalam hal ini Cella Bakery, jadi untuk permodalan dan akses untuk ke mana-mana ya bisalah untuk sekarang. 

Tapi, suka dukanya secara personal dan sebagai roaster banyak. Kita roaster harus memiliki standarisasi. 

Standarisasi yaitu dengan sekolah, dan sekolahnya itu mahalnya minta ampun. Kedua belum tentu lulus. Jadi susah. 

Jadi kalau kita mau dalami profesi untuk ambil sekolah lanjutan, lebih baik belajar dulu sendiri, biar kita saat sekolah siap. 

Karena seperti tempat saya sekolah dulu di 5758, setelah saya sekolah di situ saya melihat bahwa ini sekolah bukan untuk pemula. Jadi lebih ke orang yang sudah tahu dan mau memperdalam dan bisa qualified di bidang ini. 

Ada tidak pengalaman menarik selama menjadi seorang Coffee Roaster

Banyak. Kalau roaster itu kan kita mengambil banyak kopi nih, dengan banyak jenis dari banyak petani. Kita setiap hari menemukan hal yang beda-beda dari setiap kopi. 

Jangankan kita menemukan kopi yang berbeda. Kopi yang sama pun di saat kita meroasting kopi itu dengan profiling yang berbeda, itu akan menghasilkan rasa yang berbeda.

Jadi dengan satu jenis kopi saja kita bisa menciptakan rasa kopi yang nano-nano. 

Bagi hidup Anda kopi itu seperti apa sih?

Kopi untuk hidup saya ya kopi itu hidup. Saya dihidupi oleh kopi dan saya hidup dengan kopi. 

Saya sangat berterima kasih saya menemukan kopi. Yang kemudian menjadi passion saya berjuang untuk keluarga dan menafkahi keluarga. 

Ya bisa dibilang hidup saya sekarang ya kopi. 

Pesan untuk tribunners

Pesan saya sih gampang, jangan lupa minum kopi ya.

Jangan lupa minum kopi, bisa jadi antioksidan bisa tambah semangat juga bagi teman-teman yang lemas pagi-pagi.

Kemudian tetap semangat di masa-masa covid dan terus berjuang. 

----------------------------

Biodata

Nama: Victor Maradona Waloni

Tempat Tanggal Lahir: Manado, 5 Juli 1986

Riwayat pendidikan

- SD Eben Haezar Manado

- SMP Eben Haezar Manado

- SMA Eben Haezar Manado

- Alumni 5758 Coffee Lab, Bandung.

- Fakultas Ekonomi Unsrat.

Organisasi

- Manado Coffe Association (MAC).

Baca juga: Bincang-bincang Bersama Steldy Runtuwene, Ahli Teknologi Laboratorium Medik di RS Prof Kandou Manado

Baca juga: Bincang-bincang Bersama Sartika Sasmi Ticoalu: Suka Duka Menjadi Pengacara

Baca juga: Bincang-bincang Bersama Allan Doringin, Pelatih Badminton di WBC Manado

Halaman 4/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved