Tribun Manado Travel
Pandemi Covid-19 dan PPKM Tak Kunjung Usai, Ini Dampaknya Terhadap Pengusaha Kuliner
Perubahan signifikan dirasakan oleh pihak Coto Makassar Daeng yang notabene kebanyakan pelanggannya adalah turis dari luar daerah.
Penulis: Isvara Savitri | Editor: Rhendi Umar
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Pandemi virus corona (Covid-19) dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang tak kunjung usai tentu berdampak besar bagi kehidupan kita.
Di sektor perekonomian, banyak pedagang mengeluh pendapatannya menurun.
Perubahan signifikan dirasakan oleh pihak Coto Makassar Daeng yang notabene kebanyakan pelanggannya adalah turis dari luar daerah.
"Dulu sih yang sering datang ke sini malah artis-artis nasional seperti Slank dan Drive, bule-bule juga," ujar salah seorang pegawai Coto Makassar Daeng ketika ditemui Tribunmanado.co.id, Rabu (15/9/2021).
• UPDATE Kasus Sembuh Covid-19 Rabu 15 September: Bertambah 11.046 Pasien, Total Ada 3.953.519 Orang
Sekarang karena penerbangan dibatasi, maka pengunjung kebanyakan adalah masyarakat lokal.
Sebelum pandemi Covid-19, Coto Makassar Daeng buka 24 jam.
Namun saat ini untuk menyiasati keadaan, Coto Makassar Daeng hanya melayani makan di tempat hingga pukul 21.00 Wita.
"Setelahnya kalau mau beli kami minta untuk bungkus. Setelah pukul 00.00 Wita baru kami persilakan makan di tempat kembali," kata pegawai Coto Makassar Daeng.
Hal tersebut dilakukan tentunya untuk meminimalisir kerumunan.
Penurunan pengunjung juga dirasakan oleh Harianto, pemilik Coto Mangkasara yang terletak di Jalan Toar, Mahakeret Barat, Wenang, Kota Manado, Sulut.
Pengunjung dari Coto Mangkasara sendiri kebanyakan berasal dari masyarakat lokal dan pelancong dari Sulawesi Selatan.
Karena penerbangan dibatasi, otomatis pengunjungnya juga menurun drastis.
Harianto mengatakan bahwa penurunan pengunjung warung makannya mencapai kurang lebih 70 persen.
Bahkan Harianto terpaksa menghilangkan sementara salah satu menu yang harganya sedikit di atas rata-rata.
"Ya kami berusaha mengerti kebutuhan pelanggan saja, tidak ada yang tidak terdampak pandemi Covid-19 saat ini," pungkas Harianto.