Kabar Korea Utara
Kim Jong Un Eksekusi Mati Perwira Militer Mayor Jenderal Korea Utara, Marah Perintahnya Ditentang
Kim Jong Un menghukum mati seorang perwira tinggi militer karena menentang perintah untuk mengirim bantuan kepada warga.
Penulis: Frandi Piring | Editor: Frandi Piring
Hukuman mati tersebut ditegakkan sebagai upaya pemerintah untuk menghindari kejadian serupa.
Selain itu, eksekusi tersebut sebagai peringatan bagi para perwira yang menentang kebijakan partai.
Para pejabat di Pyongyang ingin menjadikan momentum ini untuk meningkatkan kedisiplinan militer
di tengah krisis pangan yang sedang mendera,
bahkan jika gudang beras kosong sekalipun.
Kim Jong Un disebut sudah mengetahui buruknya kondisi pangan di Korut setelah pertemuan politbiro partai pada 29 Juni.
Pada kesempatan itu, ia memerintahkan hukuman berat kepada perwira berpangkat tinggi,
sekaligus menginstruksikan militer untuk memeriksa kondisi gudang logistik sampai tingkat rendah.
Kakak Kim Yo Jong itu juga dilaporkan memecat belasan pejabat pada awal Juli karena dianggap gagal menangani bencana kelaparan.
Sebelumnya juga, Kim Yo Jong dikabarkan mengeluarkan perintah eksekusi mati seorang pejabat Korea Utara.
Dilansir dari Kompas TV, beberapa sumber Korea Utara mengungkapkan Kim Yo Jong telah memerintahkan pembersihan di sejumlah badan pemerintah.
Mengetahui hal itu, para pejabat Korea Utara ketakutan.
“Berita mengenai mereka menembak mati pejabat tinggi di Pyongyang menyebar di sebuah pejabat Hyesan saat ini,” tutur dua pejabat Korea Utara dikutip dari Express.
“Kami tak tahu siapa pejabat yang dieksekusi.
Bagaimana pun saya dengar dari pejabat yang dekat dengan saya, ia dieksekusi atas perintah Kim Yo Jong” tambah mereka.
