HUT 398 Kota Manado
UMKM Manado Terpuruk di Masa Pandemi, Emi Minta Perhatian Pemerintah Kota
Wali Kota Manado Andrei Angouw menekankan sikap gotong royong menghadapi pandemi.
Penulis: Isvara Savitri | Editor: maximus conterius
Memimpin upacara HUT Manado di Lapangan Sparta Tikala, Andrei menekankan sikap gotong royong menghadapi pandemi.
"Si tou timou tumou tou. Itu adalah falsafah Minahasa yang artinya ‘manusia hidup untuk memanusiakan manusia lainnya’," ujar dia.
Dikatakannya, si tou timou tumou tou mirip dengan Pancasila.
Lima sila dalam Pancasila bilamana diperas akan menjadi satu kata yakni gotong royong. Jadi, sitou timou tumou tou berarti gotong royong.
"Covid hanya bisa dilawan dengan gotong royong," ujarnya.
Dalam konteks Manado, ia membeber, gotong royong atasi Covid-19 terwujud dalam vaksinasi massal. Juga dalam kesediaan warga Manado jalani tes Covid-19.
"Warga yang Covid segeralah jalani isolasi. Yang merasa kontak erat segera jalani tes," kata dia.
Andrei Angouw mengimbau gotong royong agar menjadi pola hidup warga.
Ia kemudian menunjuk sebuah tugu di depan kantor Wali Kota Manado.
"Inilah simbol gotong royong. Mari kita bergotong royong selesaikan Covid-19. Masalah di Manado akan selesai dengan gotong royong. Jangan kita saling menjatuhkan," ujar dia. (*)
Baca juga: Tinggal di Tengah Hutan, Begini Cara Hidup Sepasang Suami Istri Edi Suharto dan Peni, Tanpa Listrik
Baca juga: Tak Banyak yang Tahu, Sejarah Terbentuknya Palung Mariana Tempat Terdalam di Bumi, Ini Penjelasannya
Baca juga: Warga Manado Meninggal Sehari Setelah Suntik AstraZeneca, Epidemiolog: Jangan Kambinghitamkan Vaksin
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/umkm-kuliner-di-megamas.jpg)