Breaking News:

HUT 398 Kota Manado

UMKM Manado Terpuruk di Masa Pandemi, Emi Minta Perhatian Pemerintah Kota

Wali Kota Manado Andrei Angouw menekankan sikap gotong royong menghadapi pandemi.

Penulis: Isvara Savitri | Editor: maximus conterius
Tribun Manado/Isvara Savitri
Ema, pedagang kuliner di kawasan Megamas Manado, beraktivitas melayani konsumen, Rabu (14/7/2021). Selama masa PPKM mikro di Manado, UMKM maksimal beroperasi hingga pukul 20.00 atau jam 8 malam. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Menghadapi pandemi Covid-19 bukan pekerjaan pemerintah semata. Pun bukan warga. Semua pihak harus saling membantu.

Pembatasan operasional usaha yang berlaku di Kota Manado memang memberatkan Ema.

Pengusaha kuliner berbasis mobil ini sudah merasakannya saat pembatasan di awal pandemi pada 2020 lalu.

"Saya baru berjualan lagi di sini sekitar dua minggu lalu," kata Ema yang ditemui Tribun Manado saat berjualan di kawasan Megamas Manado, Rabu (14/7/2021).

Ema memulai bisnis kuliner di pinggir pantai Megamas pada 2017. Pembatasan jam operasional di masa pandemi sangat berpengaruh pada usahanya itu.

"Omzet per hari turun jauh sekali jika dibanding sebelum pandemi Covid-19, lebih dari 50 persen," jelas Ema.

Agar tetap bertahan di tengah pandemi Covid-19, Ema memiliki beberapa cara.

Satu di antaranya berkoordinasi dengan pihak Megamas agar warungnya bisa beroperasi lebih cepat dari biasanya, yaitu mulai pukul 15.00.

"Biasanya warung makan di sini buka pukul 16.00, tapi kami sudah berkoordinasi dengan pihak Megamas agar bisa buka lebih cepat yaitu pukul 15.00," terang dia.

Dengan adanya PPKM mikro, warung makan Ema buka pukul 15.00 hingga 20.00. Selain itu, Ema juga berjualan secara daring melalui Facebook.

Halaman
123
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved