Breaking News:

Lawan Covid19

59 Perusahaan Langgar PPKM Darurat Ditutup, Anies: Bila Masih Melanggar Bisa Dicabut Izin Usahanya

Diketahui saat ini DKI Jakarta tengan menerapkan Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Editor: Glendi Manengal
Tangkap Layar Instagram dkijakarta
Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Diketahui saat ini DKI Jakarta tengan menerapkan Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Terkait hal tersebut sejumlah perusahaan ditutup sementara.

Gubernur Anies Baswedan menyebut ada 59 perusahaan ditutup.

Baca juga: Kisah Amerika Bunuh Panglima AL Jepang Laksamana Isoroku Yamamoto, Pembunuhnya Masih Misteri

Baca juga: Edwin Roring Siap Tunggangi Mobil Dinas DB 6 G, Mendagri Godok Berkas Pelantikan Sekda Tomohon

Baca juga: Ingat Aktris Cantik Alice Norin? Lama Tak Terekspos, Kini Bersyukur Telah Sembuh, Begini Kabarnya

Sebanyak 59 perusahaan atau perkantoran ditutup  sementara pada hari pertama kerja Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat atau Senin (5/7/2021) kemarin.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut ada penutupan 3x24 jam perusahaan atau perkantoran itu karena melanggar ketentuan 100 bekerja dari rumah atau work from home (WFH).

“Kami lakukan sidak di 74 lokasi (perkantoran/perusahaan) di Jakarta.

Dari 74 yang diperiksa, 59 ditutup,” ucapnya dalam diskusi virtual, Senin malam.

Sebagai informasi, selama masa PPKM Darurat hanya perusahaan yang masuk kategori esensial dan kritikal yang diizinkan bekerja di kantor atau work from office (WFO).

Rinciannya, sektor esensial 50 persen WFO dan kritikal bisa 100 persen dengan penerapan protokol kesehatan ketat.

Adapun sektor esensial meliputi komunikasi dan IT, keuangan dan perbankan, pasar modal, sistem pembayaran, perhotelan non-penanganan karantina Covid-19, dan industri orientasi ekspor.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved