Jamsostek

Kontraktor Wajib Lindungi Pekerja Proyek dengan Jamsostek, Iurannya Sangat Terjangkau

Perusahaan jasa konstruksi (jakon) wajib melindungi pekerja proyek dengan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: David_Kusuma
Tribun Manado / Fernando Lumowa
Monev Implementasi Kepesertaan Jasa Konstruksi pada Balai Kementerian PUPR Wilayah Sulut di Luwansa Manado, Kamis (24/06/2021).      

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Perusahaan jasa konstruksi (jakon) wajib melindungi pekerja proyek dengan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek), minimal Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM). 

Anneke V Ansouw SH MH, Kasi Perdata Bidang Datun Kejati Sulut mengatakan, sesuai UU nomor 40 tahun 2004 tentang Jamsostek dan aturan terbaru Inpres Nomor 02 tahun 2021 mewajibkan semua pemberi kerja melindungi pekerja di semua sektor dengan Jamsostek. 

"Bagi perusahaan yang tidak patuh tentu ada sanksi, teguran tertulis, denda, hingga tidak bisa mengakses pengurusan administrasi dan layanan publik," kata Anneke dalam Monev Implementasi Kepesertaan Jasa Konstruksi pada Balai Kementerian PUPR Wilayah Sulut di Luwansa Manado, Kamis (24/06/2021). 

Sebagai Jaksa Pengacara Negara (JPN), Anneke bilang, siap mengawal implementasi aturan terkait kewajiban kontraktor melindungi pekerja proyeknya. 

Baca juga: Dokter Devi Tanos dan Fereydy Kaligis Resmi Masuk Kabinet Olly - Steven

Kabid Kepesertaan BPJamsostek Sulut, Nursalam Halim mengatakan, program Jakon sangat ringan bagi kontraktor. 

Ia merinci, proyek dengan nilai Rp 10 miliar, iuran yang dibayarkan cuma Rp 10 jutaan saja.

Proyek Rp 2 miliar, iurannya cuma Rp 2,6 juta dan proyek Rp 1 miliar, iurannya cuma Rp 1,6 juta. 

"Dan itu dibayarkan sekali, perlindungannya berlaku selama proyek ditambah masa retensi dan melindunginya semua pekerjanya," kata Nursalam. 

Katanya, setiap kontraktor wajib mengikutsertakan pekerja, baik tukang, tenaga borongan, teknisi, setiap kali memenangkan tender proyek. 

Katanya, sudah pernah kejadian di Sulut, pekerja proyek mengalami kecelakaan kerja tapi tak bisa diberikan jaminan karena kontraktor tak mendaftarkan ke Jamsostek. 

"Prosesnya mudah, ketika menang tender, melaporkan SPK, Sertifikat Badan Usaha dan Sertifikat Proyeknya (nama proyek dan nomor proyek) dan bukti bayar ke BSG atau bank lainnya," katanya.(ndo) 

Baca juga: Sehari 6.000 Orang Divaksin, Wawali Richard Sualang Optimistis Vaksinasi Manado Tuntas Desember 2021

Baca juga: Gubernur Sulut Bersama Rombongan Kunjungi Perbatasan Indonesia, Pulau Miangas Kabupaten Talaud

YOUTUBE TRIBUN MANADO

Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved