Rizieq Shihab

Bima Arya Disebut Berbohong, Rizieq Shihab Beberkan 10 Kebohongan Wali Kota Bogor

Terkait tuntutan tersebut Rizieq Shihab membacakan pembelaannya terhadap kasus hasil swab tes palsu RS UMMI Bogor.

Editor: Glendi Manengal
(Pemkot Bogor)
Bima Arya Sugiarto, Wali Kota Bogor 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Diketahui Rizieq Shihab dituntut jaksa 6 tahun penjara.

Terkait tuntutan tersebut Rizieq Shihab membacakan pembelaannya terhadap kasus hasil swab tes palsu RS UMMI Bogor.

Rizieq mengungkapkan 10 point menunjukan bahwa Bima Arya berbohong.

Baca juga: Potret Amanda Khairunnisa Adik Maudy Ayunda Jarang Tersorot, Ikuti Jejak Sang Kakak, Ini Faktanya

Baca juga: Berikan Bantuan Rusun Untuk Prajurit TNI AD, Dirjen PUPR: Diharap Dapat Tingkatkan Kenyamanan

Baca juga: Libatkan BNN, Karyawan dan Tenaga Kerja PTPP Proyek Bendungan Lolak Jalani Tes Narkotika

Foto : Debat Panas Rizieq Shihab dan Bima Arya saat Sidang Kasus Tes Swab Palsu RS UMMI Bogor. (istimewa)

Eks Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Shihab (MRS) membeberkan sepuluh poin yang menilai kalau Wali Kota Bogor, Bima Arya berbohong.

Hal itu diungkapkan Rizieq Shihab saat membacakan pledoi atau nota pembelaan atas perkara hasil swab tes palsu RS UMMI Bogor di ruang sidang Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Kamis (10/6/2021).

Pertama, Bahwa benar Walikota Bogor Bima Arya datang ke RS UMMI pada 26 dan 27 November 2020 di malam hari bersama Satgas Covid-19, termasuk Kapolres dan Dandim Kota Bogor, mereka disambut baik oleh RS UMMI dan dipertemukan dengan Keluarga HRS, lalu musyawarah sepakat untuk selesaikan masalah secara kekeluargaan.

"Faktanya, tengah malam sepulang dari RS UMMI setelah Rapat dengan Tim Satgas yang di dalamnya ada Kapolres Kota Bogor, tiba-tiba Bima Arya berubah pikiran dan langsung menugaskan Stafnya yaitu Kasatpol PP Kota Bogor Agustian Syah untuk membuat Laporan Polisi pada 28 November 2020 pagi dini hari sekitar jam 02.00 WIB," kata Rizieq dalam ruang sidang.

Lebih lanjut kata Rizieq, saat hadir sebagai saksi Bima Arya mengaku bahwa ia lebih mengedepankan penyelesaian hukum daripada penyelesaian kekeluargaan, sehingga bertolak belakang dengan kesepakatan musyawarah yang ingin saat di RS UMMI. 

Kedua, Bahwa benar Walikota Bogor Bima Arya janji kepada Habib dan Ulama Kota Bogor bahwa Laporan Polisi akan dicabut.

"Faktanya, Laporan Polisi tidak pernah dicabut dengan alasan dilarang oleh Kapolda Jawa Barat," ucap Rizieq.

Ketiga, Bahwa benar Walikota Bogor Bima Arya menyatakan bahwa RS UMMI tidak Kooperatif dan tidak pernah melapor sampai saat Bima Arya hadir dalam sidang 8 April 2021.

Faktanya kata Rizieq, saat Bima Arya datang ke RS UMMI disambut baik dan sangat kooperatif, serta permintaan Bima agar dirinya melakukan test PCR telah dipenuhi.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved