Rabu, 22 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kabar Israel

Kisah Randa Aweis, Perempuan Arab Penerima Ginjal Lelaki Yahudi

Aweis tidak pernah bertemu dengan Yehoshua, tetapi ia berbicara dengan jandanya dalam pertemuan melalui video yang dipenuhi dengan isak tangis.

catholicregister.org
Randa Aweis usai menjalani operasi donor ginjal Hadassah Medical Center di Yerusalem. 

Warga Israel, yang sudah lama terbiasa dengan kerusuhan yang sesekali terjadi di Gaza dan wilayah pendudukan Tepi Barat, terguncang oleh kekerasan itu.

Kekerasan belakangan ini terjadi lebih dekat lagi ke rumah mereka daripada masa-masa sebelumnya, sejak berlangsung intifada, atau pergolakan Palestina.

Kadang-kadang, ini terlihat seperti dimulainya perang saudara.

Warga Arab di Israel, yang merupakan 20 persen dari populasi negara itu, menyatakan, kekerasan itu berakar dari berbagai keluhan lama.

Mereka memiliki kewarganegaraan, termasuk hak untuk memilih, tetapi mereka menghadapi diskriminasi yang meluas.

Mereka juga memiliki hubungan kekerabatan yang dekat dengan warga Palestina dan kebanyakan mengidentifikasi diri sebagai pendukung gerakan Palestina, membuat banyak warga Israel keturunan Yahudi memandang mereka dengan penuh kecurigaan.

Sewaktu kematian Yehoshua diumumkan, PM Israel Benjamin Netanyahu mengemukakan, “Kami akan menyelesaikan masalah ini dengan memburu siapapun yang terlibat dalam pembunuhan ini, tidak seorang pun yang akan lolos dari hukuman.”

Polisi telah menangkap beberapa tersangka yang terkait dengan kekerasan itu.

Aweis tidak pernah bertemu dengan Yehoshua, tetapi ia berbicara dengan jandanya dalam pertemuan melalui video yang dipenuhi dengan isak tangis.

"Saya berbicara dengan istrinya yang malang, ia banyak menangis,” kata dia.

“Ia menjenguk saya melalui video call. Saya sedang di unit perawatan intensif. Situasinya agak sulit baginya. Apa yang dapat kami lakukan?” kata Aweis.

Ketika ditanya apakah ia berencana untuk menemui istri Yehoshua, Aweis mengatakan ia sudah merencanakan pertemuan itu tetapi belum dapat melakukannya.

Ia berharap dapat mengunjungi keluarga Yehoshua secara langsung, duduk dan berbincang bersama, begitu ia pulih dari operasi cangkok ginjalnya.

"Ia menyelamatkan saya. Yigal menyelamatkan saya, dan sebanyak apapun saya ucapkan terima kasih, kepada keluarganya kepada siapapun, ini mish kifaya, tidak cukup.” (*)

Baca juga: PDIP Gelar Rakercab Kabupaten Minut, Olly Dondokambey Beber Track Record Kemenangan PDIP

Baca juga: Persaingan Ketat Grup Neraka Euro 2020, Adu Kuat Portugal Prancis dan Jerman untuk Lolos

Baca juga: Kecelakaan Maut Adu Kambing, Sopir Pikap Tewas Terjepit, Sopir Truk Malah Cuci Muka Lalu Kabur

Halaman 2/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved