Rabu, 22 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kabar Israel

Kisah Randa Aweis, Perempuan Arab Penerima Ginjal Lelaki Yahudi

Aweis tidak pernah bertemu dengan Yehoshua, tetapi ia berbicara dengan jandanya dalam pertemuan melalui video yang dipenuhi dengan isak tangis.

catholicregister.org
Randa Aweis usai menjalani operasi donor ginjal Hadassah Medical Center di Yerusalem. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pertengahan Mei 2021 lalu Yigal Yehoshua, seorang lelaki Yahudi, meninggal dunia.

Lelaki berusia 56 tahun itu tewas setelah dilempari batu di tengah-tengah kerusuhan antara warga Arab dan Yahudi di kota Lod, Israel, yang warganya berasal dari beragam latar belakang etnik.

Kekerasan etnik itu terjadi di tengah-tengah pertempuran 11 hari antara pasukan Israel dan militan Hamas di Gaza, yang dipicu oleh berbagai protes dan bentrokan di Yerusalem.

Di Lod serta di berbagai kota lain di dalam wilayah Israel yang memiliki penduduk dari beragam etnik, geng-geng warga Arab dan Yahudi saling berkelahi dan bentrok di jalan-jalan.

Mereka membakar mobil-mobil, juga tempat-tempat usaha.

Namun setelah bentrok berhari-hari, siang dan malam, ada momen langka mengenai harapan persatuan, ketika Randa Aweis, yang berusia 58 tahun, menerima salah satu ginjal Yehoshua setelah menunggu donor selama 10 tahun. 

Cerita ini diangkat dalam VOA Indonesia.

Yehoshua tercatat sebagai donor organ.

Secara medis, lelaki Yahudi dan perempuan Arab itu cocok sebagai pendonor dan penerima ginjal.

“Setelah 10 tahun, saya katakan pada diri sendiri, cukup. Tak ada ginjal. Saya tak menginginkannya,” kata Aweis ketika ditemui baru-baru ini Hadassah Medical Center di Yerusalem.

“Pekan lalu hari Senin, saya menjalani cuci darah, lalu saya pulang. Setiba di rumah, saya menerima telepon dari Hadassah. Saya tak bisa mempercayainya. Sungguh, saya benar-benar tak percaya," lanjut dia.

Aweis yang ditemani putrinya, Niveen, satu dari enam anaknya, menyatakan rasa syukur yang tak henti-henti.

"Saya berterima kasih kepada mereka. Terima kasih, sebanyak-banyaknya. Mereka menyelamatkan saya. Mereka tidak mempermasalahkan apapun, Arab atau Yahudi,” ujar dia.

“Dari apa yang saya dengar mengenai dia, orang-orang mengatakan bahwa ia adalah lelaki yang baik. Yigal Yehoshua orang baik, tidak melakukan pengrusakan apapun, tidak merugikan siapapun, mengapa ia dibunuh? Ini dilarang, haram,” kata dia.

“Harus ada perdamaian antara Yahudi dan Arab. Perdamaian yang sejati, bukan bohong-bohongan," tekannya.

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved