Pandemi Covid 19

Warga AS Diperbolehkan Lepas Masker dan Tidak Jaga Jarak, Suasana Berbeda di Jepang dan India

Orang-orang yang telah divaksinasi lengkap juga boleh tidak lagi menerapkan social distancing dalam banyak pertemuan sosial.

(ALEX EDELMAN / AFP)
Presiden terpilih AS Joe Biden menerima vaksinasi Covid-19 dari Tabe Mase, Praktisi Perawat dan Kepala Layanan Kesehatan Karyawan, di kampus Christiana Care di Newark, Delaware pada 21 Desember 2020. (ALEX EDELMAN / AFP) 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Orang-orang yang telah mendapat vaksinasi Covid-19 secara penuh di Amerika Serikat kini dapat bepergian tanpa mengenakan masker.

Mengutip warta VOA Indonesia, para pejabat kesehatan AS, Kamis (14/5/2021), menyatakan orang-orang tersebut juga boleh tidak lagi menerapkan social distancing dalam banyak pertemuan sosial.

Namun, masker masih akan diperlukan di dalam semua moda transportasi umum, ditambah di rumah sakit, penjara dan tempat penampungan tunawisma.

“Kita semua telah merindukan hal ini, sewaktu kita dapat kembali ke semacam keadaan normal,” kata Dr Rochelle Walensky, Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC).

Di Jepang, petisi dengan lebih dari 350 ribu tanda tangan, yang menyerukan pembatalan Olimpiade Tokyo, diajukan hari Jumat ke pimpinan Komite Olimpiade dan Paralimpiade, serta ke Gubernur Tokyo Yuriko Koike.

Jepang mencatat lonjakan kasus di berbagai lokasi, termasuk Tokyo di mana Olimpiade dijadwalkan akan dimulai pada 23 Juli.

“Sumber daya medis yang berharga akan perlu dialihkan ke Olimpiade jika ini diselenggarakan,” kata pemimpin kampanye ‘Stop Tokyo Olympics’ atau ‘Hentikan Olimpiade Tokyo’ Kenji Utsunomiya.

Para pejabat Jepang tampaknya bertekad untuk melanjutkan rencana memulai pesta olahraga yang dibatalkan tahun lalu itu karena wabah Covid.

“Meskipun ada pandemi global, penting sekali untuk menyelenggarakan pesta Olimpiade Tokyo 2020 secara aman dan selamat,” kata Gubernur Koike baru-baru ini.

“Kita menghadapi musuh yang tak terlihat, menghadapinya dengan keadaan seperti siap perang,” kata PM India Narendra Modi hari Jumat mengenai penularan virus corona di India.

Pada hari Jumat, India melaporkan 343.144 kasus baru dalam periode 24 jam terakhir.

Minggu lalu, penambahan kasus harian kadang-kadang melebihi 400 ribu.

Hanya AS yang mencatat lebih banyak kasus Covid-19 daripada India.

Tetapi para pejabat kesehatan menyatakan jumlah kasus di India kemungkinan besar lebih sedikit daripada angka yang sebenarnya.

Menurut Johns Hopkins Coronavirus Resource Center, India mencatat 24 juta kasus Covid sedangkan AS 32.9 juta.

Brasil di tempat ketiga, dengan 15,4 juta kasus, kata Johns Hopkins. (*)

Baca juga: Mitigasi Bencana Berbasis Kearifan Lokal, Warga Sulawesi Barat Bangun Rumah Tahan Gempa

Baca juga: 7.000 Tentara Disiapkan Israel untuk ke Perbatasan Gaza, Hamas Pilih Terus Luncurkan Roket

Baca juga: Via Vallen Cerita saat Berada di Palestina: Tiap Hari Suasana Mencekam, Suara Tembakan di Mana-Mana

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved