KPK
Novel Baswedan Ungkit Terima Penghargaan Anti Korupsi Internasional, Malah Dipecat,'Apa Ngga Aneh'
Novel mencuitkan tautan tentang penghargaan yang ia terima pada tahun 2020 lalu.
TRIBUNMANADO.CO.ID- Bersih-bersih baru saja dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Bersih-bersih dilakukan dengan menggear serangkaian tes.
Alhasil, ada 74 pegawai yang dinonaktifkan, termauk penyidik senior Novel Baswedan.
Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan resmi dinonaktifkan tugasnya di KPK.
Baca juga: Dinonaktifkan dan Tidak Dihargai, Novel Baswedan: Perjuangan Antikorupsi Dimusuhi Negara Sendiri
Penyidik senior KPK, Novel Baswedan. Terbaru, Novel dan 74 pegawai KPK lainnya dinonaktifkan berdasarkan Surat Keputusan (SK) pimpinan KPK pada Selasa (11/5/2021). (Tribunnews.com/Ilham Rian Pratama)
Ia bersama 74 pegawai lainnya dinonaktifkan berdasarkan Surat Keputusan (SK) pimpinan KPK pada Selasa (11/5/2021).
Menanggapi hal tersebut, Novel mengungkit bagaimana dulu dirinya pernah menerima penghargaan antikorupsi level internasional hingga mendapat pujian dari KPK.
Cuitan Penyidik Senior KPK Novel Baswedan lewat akun Twitter/@nazaqistsha, Selasa (11/5/2021). (Twitter/@nazaqistsha)
Novel mengungkapkan hal itu lewat akun Twitter miliknya @nazaqistsha, Selasa (11/5/2021).
Novel mencuitkan tautan tentang penghargaan yang ia terima pada tahun 2020 lalu.
Baca juga: Dinonaktifkan dari KPK, Novel Baswedan: Kami Akan Melawan
Cuitan Penyidik Senior KPK Novel Baswedan lewat akun Twitter/@nazaqistsha, Selasa (11/5/2021). (Twitter/@nazaqistsha)
Dikutip dari Kompas.com, penghargaan itu diketahui merupakan penghargaan antikorupsi internasional
yang diberikan langsung oleh Perdana International Anti-Corruption Champion Foundation (PIACCF) di Malaysia, Selasa (11/2/2020).
Novel kala itu menerima langsung penghargaan dari Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohammad.
Dilansir WARTAKOTAlive.com, penghargaan tersebut juga sempat mendapat pujian atau sanjungan dari KPK lewat Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri.