Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Bitung

Guru Agama Feby Bernike Sukses Jawab Pertanyaan Wali Kota Bitung Maurits Mantiri

Feby Bernike Menjadi satu-satunya pegawai negeri sipil (PNS) dan PNS fungsional tertentu, yang dapat menjawab pertanyaan dari Ir Maurits Mantiri

Penulis: Christian_Wayongkere | Editor: David_Kusuma
Tribun manado / Christian Wayongkere
Guru Agama Feby Bernike dari SDN Pinasungkulan yang mampu jawab pertanyaan Wali kota Bitung Ir Maurits Mantiri MM 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Feby Bernike guru Agama di Kelas 1 sampai 6 SDN Pinasungkulan, di Kelurahan Pinasungkulan Kecamatan Aertembaga Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Menjadi satu-satunya pegawai negeri sipil (PNS) dan PNS fungsional tertentu, yang dapat menjawab pertanyaan dari Ir Maurits Mantiri MM Wali kota Bitung, saat pelaksanaan pengambilan sumpah janji PNS dan PNS dalam jabatan fungsional tertentu di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bitung, Rabu (14/4/2021).

"Siapa yang masih ingat, dalam sumpah dan janji yang kami bacakan tadi. Pada bagian mana yang dibacakan dua kali, siapa yang bisa jawab?" tanya Maurits Mantiri di lapangan Tenis di kompleks kantor Wali kota Bitung.

Perempuang Feby Bernike guru Agama di Kelas 1 sampai 6 SDN Pinasungkulan di Kelurahan Pinasungkulan Kecamatan Ranowulu, kemudian langsung angkat tangan dan menerima mic pengeras suara dan menyampaikan jawabannya.

Baca juga: Berbuka Puasa Sambil Menikmati Sunset, ke Manado Ramadan Fair Aja di Boulevard II

Baca juga: Sebanyak 345 Tenaga Harian Lepas RSUD Kotamobagu Segera Terima Insentif

Baca juga: Rizieq Shihab Mengamuk di Ruang Sidang, Tuding Bima Arya Berbohong: Kriminalisasi Pasien

"Intinya yang diulang menjaga rahasia yang diperintahkan, itu yang kami ingat," kata Feby Bernike menjawab pertanyaan Wali kota Bitung.

"Mantap,” kata Maurits merespons jawaban dari guru Feby Bernike.

Menurut Feby Bernike, bisa menjawab pertanyaan wali kota Bitung karena fokus dan konsentrasi mendengarkan apa yang disampaikan ketika melafalkan sumpah dan janji.

Kepada Tribunmanado.co.id Feby Bernike mengatakan, menjadi seorang guru adalah cita-cita.

Pengambilan sumpah janji PNS dan PNS dalam jabatan fungsional tertentu di lingkungan pemerintah Kota (Pemkot) Bitung di lapangan Tenis kompleks kantor wali kota Bitung.
Pengambilan sumpah janji PNS dan PNS dalam jabatan fungsional tertentu di lingkungan pemerintah Kota (Pemkot) Bitung di lapangan Tenis kompleks kantor wali kota Bitung. (Tribun manado / Christian Wayongkere)

Sebelum ikut seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) di tahun 2019, sempat berstatus sebagai honorer atau tenaga harian lepas (THL) di pemkot Bitung.

Menjadi THL guru sejak bulan Februari tahun 2018.

Menurut Feby ada sedikit kendala bagi mereka PNS guru di sana (Pinasungkulan), tidak ada tempat tinggal, karena tinggal kelurahan berbeda, begitu juga dengan teman-teman guru yang lain hampir sebagian besar tidak tinggal di Pinasungkulan kecuali kepala sekolah

"Kami mengusulkan kepada pemerintah kota Bitung, kiranya ada rumah atau akomodasi buat para guru supaya tidak bolak balik.

Karena akses cukup jauh dari tempat tinggal dan tidak ada kendaraan umum ke sekolah, setiap hari harus menumpang mobil bus milik perusahan yang ada di Pinasungkulan," ceritanya.

Maurits Mantiri Wali kota Bitung mengambil sumpah dan janji 147 PNS (guru) di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dan delapan PNS pejabat fungsional tertentu.

Baca juga: Sri Mulyani Beber Bobroknya Pemerintahan Presiden Soeharto, Banyak Aset Hilang

Baca juga: Rizieq Shihab Mengamuk di Ruang Sidang, Tuding Bima Arya Berbohong: Kriminalisasi Pasien

Baca juga: Chord Gitar Lagu Religi KebesaranMu - ST12, Kunci Dasar C (Kau Tempatku Mengadu Hati)

Disaksikan Wawali Hengky Honandar, sekda Kota Bitung DR Audy Pangemanan, kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kota Bitung Steven Suluh dan Asissten III Youke Senduk.

Adapun kalimat dalam sumpah dan janji yang dibaca Wali kota Bitung Maurits Mantiri ada di kalimat "rahasia jabatan, bahwa saya akan memegang rahasia sesuatu yang menurut sifatnya atau menurut perintah harus saya rahasiakan"

Maurtis Mantiri menjelaskan, sumpah dan janji tentang rahasia itu adalah substansi kalau bekerja.

Di mana-mana tetap ada rahasia jabatan yang diperintahakan, yang kandungannya tidak korupsi.

"Bedakan mana kebijakan dan bukan kebijakan," kata Maurtis Mantiri.

Baca juga: Kecelakaan Maut di Talaud, Honda CBR Tabrak Pal Jembatan, Pengemudi Tewas saat Dibawa ke RS

Baca juga: Ingat Yulianto Terapis Sukoharjo Bunuh 7 Warga? Kini Menunggu Mati, Kasasi Ditolak Meski Menangis

Lanjutnya, kalau tujuan tidak tercapai itu sudah korupsi. Sehingga sebagai seorang PNS harus tau tujuannya apa.

Dia mencontohkan  misalnya sekolah ada sumber daya manusia (SDM), punya, kemampuan dan kompetensi.

Jangan seperti guru dan kepala sekolah yang terlibat kasus dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), pinjam di luar tapi jangan mengorbankan kualitas pekerjaan.

"Terkait dengan persoalan BOS, kami keluarkan kebijakan untuk dana BOS bulan Januari dan Februari yang belum cair, boleh pinjam dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). Supaya tidak pinjam ke pihak ketiga, agar tidak ada kecurigaan di sekolah apalagi curhat dan sampaikan di facebook," bebernya.

Dalam pemerintahan saat ini sudah harus siap dengan era digital. Pada prinsipnya tidak ada yang berbohong karena semua akan terungkap, ketika dilakukan pengecekan data.

Pegang prinsip ini dan  nilai harapan adalah kejujuran, disiplin, loyalitas dan keterbukaan, yang bertujuan agar tidak ada diskirminasi, ketidak adilan dan ketidak pastian.

Terbuka bukan tanya berapa upah atau intensif. Melainkan misalnya proses penerimaan beasiswa di sekolah lalu ada diskresi kepsek tapi tidak ganggu alurnya.

Baca juga: Nia Anggia Cium Bau ini di Kamar Julia Perez, Adik Jupe Itu Ceritakan Kesan Pertama Tidur di Situ

Baca juga: Alasan Cak Imin Didesak Mundur, Faktor Kecewa hingga Dizalimi Berujung Dorongan Muktamar Luar Biasa

Maurits Mantiri berpesan kepada PNS yang diambil sumpah dan janji, untuk bekerja sesuai status.

"Kurangi lobi-lobi untukk jalur kepangkatan, kalau lainnya terganggu dengan masalah di luar teknis kinerja langsung lapor ada alurnya ke kepala BKPSDM, assiten dan sekda," pesannya.

Di kesempatan itu Maurits Mantiri juga menyentil terkait blok-blok, atau kubu - kubuan pasca pelaksanaan pilkada pemiliah wali kota dan wakil wali kota Bitung tahun 2020.

"Tidak ada blok-blok, tidak ada partai biru atau merah karena kota ini satu, Merah dan Putih," tegasnya.

Steven Suluh Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Bitung menjelaskan, PNS yang diambil sumpah dan janji terdiri dari fungsional tertentu delapan orang, di BKPSDM dan di Dinas tenaga kerja.

Baca juga: Masih Ingat Cavin Siahaan Anak Yuni Shara? Jarang Tersorot, Beranjak Dewasa, Intip Pesona Tampannya

Baca juga: Jubir Yenny Wahid Ingatkan Sejarah Kelam Cara Cak Imin Memperlakukan Gus Dur, Respons MLB PKB

Mereka yang fungsiona tertentu seperti analis kepegawaian dan ketenagakerjaan dan PNS di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan sebagai Guru sebanyak 147.

Wali kota Bitung melakukan pengamban sumpah/janji dalam jabatan fungsional pnsh dan pengambilan sumpah /janji pns dalam jabatan fungsional tertentu.. 

Penandatanganan berita acara pengambilan sumpah oleh perwakilan PNS yang diambil, Wali kota, Wawali dan sekda.(crz) 

Baca juga: Memasuki Bulan Ramadan, Harga Bahan Pokok di Pasar Rakyat Boroko Terpantau Naik

Baca juga: Chord Gitar Lagu Andai Aku Bisa - Erwin Gutawa Orchestra, Tulus, Hasna Mufida (Remembering Chrisye)

Baca juga: Viral Anjing Liar Digunakan Para Caleg di India sebagai Papan Iklan Berjalan, Aktivis Geram

YOUTUBE TRIBUN MANADO:

 
 

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved