Breaking News:

Kisah

Kisah Anak Pemulung, Dari Buruh Sampah Kembali ke Sekolah, Marvelino Ingin Jadi Tentara

Inilah kisah anak-anak pemulung, buruh sampah dan nelayan yang belajar di Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) Sam Ratulangi Manado.

Istimewa.
Anak - anak pemulung, buruh sampah dan nelayan yang belajar di Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) Samratulangi Manado. Jumat (9/4/2021) 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Harta boleh tak punya. Tapi jiwa anak anak ini tak miskin. 

Mereka kaya akan semangat untuk belajar demi mengubah hidup.

Inilah kisah anak-anak pemulung, buruh sampah dan nelayan yang belajar di Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) Sam Ratulangi Manado.

Jumat (9/4/2021), mereka mengikuti ujian pendidikan kesetaraan di PKBM Samratulangi beralamat Kelurahan Dendengan Dalam, Kecamatan Tikala, Manado, Sulut. 

Raut wajah yang tegang saat ujian, berganti senang kala proses itu selesai. Marvelino Rumimper (17) salah satu siswa terus menebar senyum, tanda ia bahagia. 

"Senang sekali," kata dia kepada Tribun Manado.

Wajahnya bersemu merah saat bercerita awalnya bisa kembali sekolah. 

"Awalnya ada kunjungan dari ibu Faradila di tempat sampah dimana saya turut mencari sampah bersama ayah. Ibu tanya kamu mau sekolah. Saya pikir dia bercanda. Ternyata memang benar," kata dia.

Dia memang sudah putus sekolah sejak SMP. 

Alasannya klasik.

Halaman
1234
Penulis: Arthur_Rompis
Editor: Rizali Posumah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved