Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Bom Depan Katedral Makassar

Teroris Condet Pembuat Bom Paku Dijuluki Juragan Tanah, Dikenal Tertutup & Tak Pernah Jumatan

Para terduga teroris ditangkap dengan sejumlah barang bukti termasuk 5 bom aktif dan 3,5 kg bahan peledak.

Editor: Rizali Posumah
Isitmewa
Polda Metro Jaya memamerkan sejumlah barang bukti hasil penggerebekan dan penangkapan para terduga teroris di Bekasi dan Condet, Senin (29/3/2021). 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID – Pasca ledakan bom di Gereja Katedral Makassar pada Minggu (28/3) lalu, Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri bersama Polda Metro Jaya menangkap 4 terduga teroris di sejumlah wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Para terduga teroris itu ditangkap dengan sejumlah barang bukti termasuk 5 bom aktif dan 3,5 kg bahan peledak.

Tak hanya itu, polisi juga menyita Kartu Tanda Aggota (KTA) dan seragam Front Pembela Islam (FPI).

Dua dari 4 terduga teroris yang dicokok polisi itu yakni Zulaimi Agus alias ZA, dan Husein Hasny alias HH. Zulaimi ditangkap di sebuah bengkel di kawasan Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, sementara Husein diciduk di showroom mobilnya Condet, Jakarta Timur.

Dari penelusuran Tribunnews.com, terduga teroris Husein Hasny yang ditangkap di Jalan Raya Condet, Jakarta Timur, dikenal sebagai seorang yang kaya raya di lingkungannya. Ia memiliki banyak tanah di lingkungan tersebut.

Adalah Adi (52), seorang pedagang yang berjualan di sekitar rumah Husein, yang menyatakan bahwa terduga teroris itu sebagai orang yang terbilang kaya.

Adi menyatakan tanah-tanah yang berada di sekitar rumahnya semuanya milik keluarga Husein.

Tanah itu dibuat menjadi ruko ataupun toko untuk dikontrakan.

"Dia juragan tanah. Ini semua tanah dia, ruko-ruko di sini punya dia semua. Sampai tukang-tukang apa itu tanahnya dia semua. Sewanya tahunan itu," kata Adi.

Adi menerangkan Husein memang dikenal warga sekitar sebagai orang keturunan Arab.

Tanah-tanah itu didapatkan Husein dari warisan orang tuanya yang telah meninggal.

"Pokoknya di sekitar sini milik dia semua. Mutar sampai yang showroom sampai tukang pecel lele itu, nyewa dia semua ini. Pangkas rambut, tukang jahit, gado gado, tempat buah, tukang jamu, showroom, ada toko lagi nggak tahu. Yang baru bangun itu mie ayam ini," ujar dia.

Selama ini Adi mengenal sosok Husein sebagai pribadi yang tak mau bergaul dengan masyarakat sekitar.

"Nggak ada yang mencurigakan karena dia tertutup," kata Adi.

Ia menyampaikan bahwa Husein tidak pernah beraktivitas di luar rumah bersama warga sekitar.

Bahkan, kata dia, Husein juga tidak pernah terlihat salat jumat di masjid sekitar rumahnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved