Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Bom Depan Katedral Makassar

Teroris Condet Pembuat Bom Paku Dijuluki Juragan Tanah, Dikenal Tertutup & Tak Pernah Jumatan

Para terduga teroris ditangkap dengan sejumlah barang bukti termasuk 5 bom aktif dan 3,5 kg bahan peledak.

Editor: Rizali Posumah
Isitmewa
Polda Metro Jaya memamerkan sejumlah barang bukti hasil penggerebekan dan penangkapan para terduga teroris di Bekasi dan Condet, Senin (29/3/2021). 

"Nggak pernah keluar orangnya. Jumatan aja enggak pernah. Enggak tahu di mana. Padahal ada dua masjid di sini enggak pernah keliatan," kata Adi.

Adi tak menyangka Husein terlibat kasus dugaan tindak pidana terorisme.

Saat Husein ditangkap Densus 88 pada Senin (29/3) lalu, Adi malah mengira keramaian di rumah Husein itu karena kasus sengketa tanah.

"Ramai di sini kemarin, saya enggak tahu masalahnya teroris. Saya kira masalah tanah. Sengketa tanah. Sudahlah, biarin diambil (ditangkap) kata saya gitu," ujar dia.

Terpisah, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan selain ZA dan HH yang ditangkap di Bekasi dan Condet, dua tersangka lainnya ditangkap di Ciputat Timur, Tangerang Selatan dan Mangga Dua, Pademangan, Jakarta Utara.

”Memang kemarin ada 4 yang dilakukan penangkapan. Yang pertama saudara ZA yang kita amankan di daerah Cikarang, Cibarusah daerah Bekasi Kabupaten. Kemudian saudara HH ini kita amankan di showroom di kediamannya sendiri di Condet. Kemudian AJ diamankan di daerah Cirendeu, Ciputat Timur, Tangsel, dan BS yang diamankan di Mangga Dua, Pademangan," kata Yusri kepada wartawan, Selasa (30/3).

BS ialah pria berusia 43 tahun. Dia memahami cara membuat bom dan mengajarkan hal itu kepada AJ. Sementara AJ adalah pria 46 tahun.

Selain membuat bom yang diistilahkan dengan 'takjil', dia juga ikut hadir dalam pertemuan bersama BS untuk persiapan melakukan aksi teror.

Adapun peran Zulaimi dan Husein yang ditangkap di Condet dan Bekasi, Zulaimi berperan sebagai perakit bom di kediamannya di Bekasi.

Sedangkan Husien sebagai pendana dan perencana atau disebut otak aksi teror.

“Apa peran ZA? ZA ini yang membuat merakit bom. Bomnya, bom botol namanya yang kita amankan di kediaman ZA. Siapa HH? HH ini adalah motivator, fasilitator, dan pendana. Dia yang mengatur semuanya, yang merencanakan baik itu berapa kali pertemuan di rumahnya,” kata Yusri.

Selain menangkap Zulaimi dan Husein, polisi juga mengamankan 5 bom aktif dan bahan peledak yang dapat membuat 100 bom botol dari kediaman Zulaimi di Bekasi dan Husein di Condet.

Bahan peledak tersebut telah dimusnahkan petugas. Yusri mengatakan, selain sebagai otak dan pemodal pembuatan bom, Husein juga perakit bom.

Husein diketahui akan mencampur bom dengan paku hingga gotri.

“Kalau di saudara HH itu pipa, yang dia campur masuk ke gotri. Tahu gotri? Paku-paku,” kata Yusri.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved