Bom Depan Katedral Makassar
Teroris Condet Pembuat Bom Paku Dijuluki Juragan Tanah, Dikenal Tertutup & Tak Pernah Jumatan
Para terduga teroris ditangkap dengan sejumlah barang bukti termasuk 5 bom aktif dan 3,5 kg bahan peledak.
Hal ini diketahui dari sejumlah barang bukti yang turut disita polisi di rumahnya di Condet.
Yusri menuturkan, tujuan tersangka mencampur bahan tersebut untuk menciptakan efek yang sangat berbahaya.
Paku di dalam bom saat meledak akan menyasar orang yang ada di sekitar ledakan tanpa pandang bulu.
”Jadi kalau meledak nancep. Meledak, paku-paku itu akan terbang ke orang-orang yang ada di situ,” ujar Yusri.
Yusri menyebut, total bahan peledak yang diamankan dari kediaman Husein yakni 2 Kg.
Bahan peledak jenis TATP itu diputuskan untuk diledakkan atau disposal karena sangat sensitif dan mudah meledak bila kena gesekan atau panas.
“(sebanyak) 2 kg dan ada masih banyak lagi kita temukan,” katanya.
Selain bahan peledak, dalam penggerebekan itu polisi juga menemukan barang bukti KTA FPI dan seragam Front Pembela Islam (FPI).
Tidak hanya itu, berdasarkan informasi yang dihimpun kedua tersangka juga kerap terlihat di sekitar PN Jakarta Timur saat sidang Habib Rizieq Syihab.
Terkait hal itu, Yusri mengatakan belum bisa memastikan keterkaitan mereka dengan ormas FPI. Termasuk tujuan dari bom yang telah mereka siapkan.
"Apakah ada korelasinya dengan salah satu ormas terlarang, ini memang ada barang bukti di situ dan juga ada teman-teman yang mengirimkan ke kami foto-foto saudara HH dan ZA ada pada saat sidang dan beberapa kegiatan-kegiatan eks ormas terlarang. Ini yang masih didalami korelasinya apakah ada keterkaitan semuanya," kata Yusri.
Yusri mengatakan, saat ini penyidik masih mendalami keterangan para tersangka. Mereka masih diperiksa secara intensif.
"Ini masih kita lakukan pendalaman oleh tim. Karena ini kan masih terlalu pagi sekali untuk bisa tentukan jaringan mana. karena memang ini masih dilakukan pemeriksaan," kata Yusri.
Polisi juga masih mencari tahu apakah ada tersangka lain dalam kelompok itu atau tidak.
“Sekarang tim masih dalami apa korelasinya keempat tersangka ini yang katanya eks ormas terlarang (FPI) dengan dia sebagai tersangka anggota teroris. Ini masih Kita dalami,” ucapnya.