Berita Bolmong

PAUD di Bolmong Terapkan Sistem BDR Luring, Rusni Mokoagow Harap Sekolah Segera Dibuka

Covid-19 tak hanya berdampak pada kesehatan dan perekonomian, namun juga berdampak pada dunia pendidikan

Penulis: Siti Nurjanah | Editor: David_Kusuma
Tribun manado / Siti Nurjanah
Kepala Bidang Pembinaan Paud dan Pendidikan Non Formal Rusni Mokoagow.  

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Covid-19 tak hanya berdampak pada kesehatan dan perekonomian, namun juga berdampak pada dunia pendidikan.

Hingga saat ini sekolah tatap muka pun belum dibula dikarenakan masih dalam status pandemi Covid-19.

Pun tak terkecuali di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong),

Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), yang hingga saat ini belum membuka sekolah tatap muka.

Baca juga: Terkait PPKM Mikro, Begini Penjelasan Wali Kota Tomohon Caroll Senduk

Baca juga: Begini Pelayanan Kejati Sulawesi Utara, Terus Layani Perlindungan Hukum di Masyarakat

Baca juga: Kerumunan Saat Vaksinasi Berpeluang Jadi Cluster Covid 19

Melainkan, guna menunjang proses belajar mengajar ditengah pandemi Covid-19, para siswa dan siswi diwajibkan belajar dari rumah atau BDR.

Tak terkecuali TK dan Paud di Kabupaten Bolmong.

Namun, tak sedikit pembelajaran dilakukan luring dikarenakan tidak semua orangtua siswa memiliki smartphone dan juga masih ada daerah yang jaringan internet belum menunjang.

Baca juga: Ini Kata Kapolres Bitung Terkait Poin 6 Program Prioritas Kapolda Sulut

Baca juga: Kisah Hasman Zhafiri Muhammad, Anak Petani yang Raih IPK Sempurna, Ingin Bermanfaat bagi Orang Lain

Baca juga: Hati-Hati, Kawasan Segitiga Petot Akan Dipasangi CCTV

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Bolmong melalui Kepala Bidang Pembinaan Paud dan Pendidikan Non Formal Rusni Mokoagow.

Rusni Mokoagow mengatakan, karena tidak semua orangtua siswa memiliki gadget sebagai syarat pembelajaran secara daring, maka pihaknya terpaksa luring.

Ia menjelaskan, dalam pelaksanaan belajar secara luring di masa pandemi juga memiliki kendala, terutama bagi para guru.

Baca juga: Hasil Drawing Perempat Final Liga Europa, Man United Bertemu Wakil Spayol, Berikut Jadwal Lengkapnya

Baca juga: Gadis Cantik Cynthia Pangalila Ajak Masyarakat Sadar Wisata

Baca juga: Atta Halilintar Tiba-tiba Ajak Aurel Hermansyah ke Dokter Kandungan, Rencananya Terungkap

Di mana para siswa yang akan mengikuti belajar luring, dikelompokan dengan batasan 5 sampai 6 orang,

hal ini menciptakan jumlah kelompok yang banyak sehingga para guru harus bekerja dari pagi hingga sore, bahkan ada yang belum makan hingga selesai.

"Sebenarnya ada Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) untuk mendukung biaya transportasi pendidik, namun itu tergolong kecil," jelasnya.

Baca juga: Ingat Adian Napitupulu? Aktifis 1998 yang Jatuhkan Rezim Soeharto, Pernah Tolak Tawaran Menteri

Lanjutnya, kendala berikutnya adalah jarak rumah setiap siswa yang sangat berjauhan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved