Sabtu, 25 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Penanganan Covid

Di 'HUT Covid-19', Manado Dapat Hadiah Zona Orange, Delapan Daerah Zona Kuning

Perjuangan keras seluruh jajaran Pemprov dan Pemkot serta Pemkab se-Sulut untuk menurunkan kasus Covid-19 berbuah manis

Penulis: Arthur_Rompis | Editor: David_Kusuma
Tribun manado / Arthur Rompis
Penanganan Covid-19 di Sulut 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Perjuangan keras seluruh jajaran Pemprov dan Pemkot serta Pemkab se-Sulut untuk menurunkan kasus Covid-19 berbuah manis. 

Data zonasi risiko penyebaran Covid 19 per 28 Februari 2021 yang dikeluarkan Satgas Covid Nasional menunjukkan delapan daerah di Sulut kini menyandang zona kuning alias risiko rendah.

Ini adalah kado bagi Sulut di 'HUT Covid-19' yang jatuh pada 2 Maret.

Kedelapan daerah tersebut adalah Sangihe, Talaud, Minsel, Mitra, Bolmut, Boltim, Bolsel dan Sitaro. 
Tujuh daerah sisanya berstatus zona orange. 

Baca juga: BMKG Peringatan Dini Cuaca Besok Rabu 3 Maret 2021, Waspada 22 Wilayah Hujan Petir dan Angin Kencang

Baca juga: Ini Nama Panggilan Untuk Gibran Wali Kota Solo, Sangat Merakyat

Baca juga: Mobil Pertama di Indonesia, Dijuluki Kereta Setan, Bermesin 2.000 CC, Sosok Ini Pemiliknya!

Termasuk Manado. Untuk pertama kalinya kota tinutuan ini beroleh zona orange. 

Sebelumnya Manado selalu zona merah. Tak ada lagi daerah yang masuk zona merah. 

Di Manado, perjuangan menuju zona orange sungguh berdarah - darah.

Tempat usaha harus mengakhiri waktu operasionalnya justru di waktu prime time yakni pukul delapan malam. Akibatnya omset turun drastis. 

Sejumlah tempat usaha terpaksa merumahkan karyawan. 

Baca juga: Owner Toko Dragon Jadi Otak Tambang Ilegal di Tobayagan Bolsel

Baca juga: Prajurit TNI Praka Dedi Irawan Gugur Ditembak Teroris Poso, 2 Anak Buah Ali Kalora Juga Tewas

Baca juga: Pembangunan Bandara Sam Ratulangi Dekati 90 Persen, Adhi Karya Ajukan Perpanjangan Kontrak

"Untung kami tipis sekali. Tinggal 200 ribu per hari. Biasanya kami untung hingga sejuta perhari," kata Belfy, pedagang buah di Kairagi kepada Tribun Manado Selasa (2/3/2021) siang. 

Ia mengaku kiosnya kerap kali ditutup paksa oleh aparat.

Enda, kasir di rumah makan bakar rica Paniki mengatakan, terpaksa merumahkan karyawan karena usaha tipis untung. 

Ia menuturkan, penutupan pada pukul delapan malam sangat merugikan karena pengunjung rumah makan biasanya ramai di atas pukul delapan malam. 

Adri penjual saraba di Boulevard Tuminting menilai tempat usaha jangan lagi dibatasi. "Kan sudah zona orange," katanya. 

Baca juga: Pilkada Telah Selesai, Bupati Sachrul Mamonto Ajak Masyarakat Boltim Bersatu Bangun Timur Totabuan

Baca juga: DLH Bolsel Sosialisasikan Penegakan Hukum dan Pengelolaan Lingkungan Hidup ke Warga Pinteng

Baca juga: Pembangunan Bandara Sam Ratulangi Dekati 90 Persen, Adhi Karya Ajukan Perpanjangan Kontrak

Pemberlakuan lingkungan Manado tangguh kian diperketat. 

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved